Tiket LRT Tak Gratis Lagi Sekali Jalan Rp5000

by -20 views
BEROPERASI: Moda transportasi massal Lintas Rel Terpadu atau Light Rail Transit (LRT) Jakarta rute Velodrome-Kelapa Gading beroperasi secara komersial pada Minggu (1/12).

METROPOLITAN – Moda transportasi massal Lintas Rel Terpadu atau light rail transit (LRT) Jakarta rute Velodrome-Kelapa Gading, beroperasi secara komersial, hari ini, Minggu (1/12/2019).

Tarif sekali jalan setiap penumpang ditetapkan sebesar Rp 5.000. Rute sepanjang sekitar 5,8 kilometer itu melewati lima stasiun, yakni Velodrome, Equestrian, Pulomas, Boulevard Selatan, Boulevard Utara, dan berakhir di Pegangsaan Dua.

Total perjalanan memakan waktu sekira 10 menit, dengan waktu antara 5-10 menit antarkereta. Direktur Utama PT LRT Jakarta Wijanarko mengatakan, tarif Rp 5.000 per penumpang per perjalanan, merupakan tarif subsidi.

Jika tanpa subsidi, biaya perjalanan dengan LRT Jakarta bisa mencapai Rp 41.655 per orang.

“Subsidi  dari Pemprov DKI sekitar Rp 30.000-an,” ujar  Wijanarko di Stasiun LRT Velodrome, Jakarta Timur, Minggu (1/12/2019).

Wijanarko mengatakan, pembayaran tarif LRT Jakarta bisa menggunakan kartu uang elektronik dari lima bank, Bank DKI, Bank Mandiri, BCA, BNI, dan BRI. Pembayaran juga bisa menggunakan kartu single journey trip LRT Jakarta. Khusus untuk kartu single journey trip, penumpang harus membayar biaya deposit kartu sebesar Rp 15.000.

Uang itu akan dikembalikan setelah penumpang keluar dari area peron kereta. Pengembalian deposit bisa dilakukan via loket atau vending machine di stasiun tujuan.

Batas waktu pengembalian deposit, yakni tujuh hari sejak penumpang tap out di stasiun. Subsidi untuk tarif LRT Jakarta pernah dibahas bersama DPRD DKI Jakarta pada Maret 2019.

Saat itu, Kepala Biro Perekonomian DKI Jakarta M Abas menjelaskan, tarif keekonomian untuk LRT Jakarta, yakni Rp 41.655. Namun, Pemprov DKI mengusulkan tarif yang dibebankan kepada penumpang sebesar Rp 6.000.

Oleh karena itu, Pemprov DKI harus menggelontorkan subsidi dari APBD. Saat itu, Pemprov DKI mengusulkan subsidi per penumpang LRT Jakarta sebesar Rp 35.655 dengan estimasi jumlah penumpang 14.255 per hari.

Dengan demikian, jumlah subsidi yang dibutuhkan, yakni Rp 327 miliar untuk LRT pada 2019. Pada akhirnya, tarif yang dibebankan kepada penumpang LRT Jakarta disetujui Rp 5.000. (feb/run)

Loading...