Ular Cobra Teror Warga Satu Kampung

by -1K views
TINJAU: Warga Kampung Sawah, Kelurahan Cibinong, Marbawi, meninjau lokasi penemuan sarang ular di wilayahnya.

METROPOLITAN – Dua pekan sudah warga Kampung Sawah, RT 02/11, Kelurahan Cibinong, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, digegerkan dengan teror ular cobra. Empat ekor anak cobra berukuran ibu jari dewasa, kerap kali ditemukan warga di pagi hari. Teras rumah, ruang tamu, kamar tidur, hingga dapur dan kamar mandi, tak luput dari serangan ular yang di kenal sebagai salah satu spesies ular mematikan tersebut.

Ketua RT 02 Kampung Sawah, Marbawi bercerita dirinya sempat tak percaya dengan aduan warganya. Pasalnya, aduan tersebut hanya berasal dari satu hingga dua orang warga. Namun seiring berjalan waktu, laporan serangan ular cobra ke rumah dan pemukiman warga, terus berdatangan tiada henti. Bahkan membuat dirinya resah dengan bayaknya aduan warga tersebut.

Tak hanya menyerang rumah warga, hewan melata ini juga kerap kali menampakan dirinya di sekitar lingkungan. Seolah tak kenal takut, cobra ini acap kali muncul ditengah keramaian, bahkan saat siang hari sekalipun.

Pria yang akrab disapa Deden ini mengaku, kecurigaan adanya sarang ular, muncul lantaran tingginya intensitas kemunculan ular itu sendiri. Ditambah lagi, dengan ukuran ular yang ditemukan warga relatif sama besar dengan sebelumnya. Kecurigaan masyarakat menguat, saat salah seorang warga menemukan bekas kulit ular, yang berada tepat dibawah pos ronda tak jauh dari komplek pemakaman.

Tanda tanya warga pun terjawab, saat salah seorang warga hendak membersihkan pos ronda tak jauh dari komplek pemakaman dikagetkan dengan kehadiran ular cobra berukuran ibu jari keluar dari pinggir salah satu makam. Curiga akan hal ini, warga tersebut mencoba merogoh lubang tempat keluarnya ular, dengan sebilah bambu. Wal hasil, lubang tersebut ternyata cukup dalam dan sulit terjangkau, lantaran lubang ini berapa tepat di bawah salah satu makam.

“Warga saya melihat ada ular kecil keluar dari lubang, pas dibawah salah satu coran makam. Jadi dia melihat ada lubang. Ukuran ularnya hampir sama dengan ukuran ular yang sering warga lihat di rumah-rumahnya. Dari situ warga yakin kalau sarang ularnya itu disitu,” kata Marbawi, saat ditemui Metropolitan di kediamannya, kemarin.

26 anak cobra berhasil diamankan warga. Jumlah tersebut didapatnya dari dua pekan kebelakang, pasca adanya laporan masyarakat akan adanya ular cobra ini dipemukiman. Meski warga sudah yakin jika lubang di makam tersebut merupakan sarang dari ular beracun ini, namun tak banyak warga yang berani untuk membongkarnya. Lantaran minimnya peralatan dan rendahnya tingkat kemananan.

Akhirnya warga mencoba menghubungi pemadam kebakaran, untuk melakukan pembongkaran sarang ular. Dari sarang tersebut, sebanyak 17 butir telur ular cobra siap netas berhasil diamankan warga bersama petugas pemadam kebaran. Tak hanya telur ular utuh, warga juga menemukan sekitar 30 cangkang telur ular cobra yang sudah menetas. Hal ini tentu membuat warga geger, lantaran jumlah cangkang telur pasca netas, dengan ular yang diamankan warga tak berimbang.

“Akhirnya kita minta bantuan pemadam kebakaran untuk melakukan evakuasi. Kedalaman sarangnya sekitar setengah meter. Kita juga sempat menemukan telur utuh dan cangkang telur sudah menetas dari dalam. Tapi kami tetap khawatir, karna jumlah ular yang kami dapat dengan cangkang telur yang sudah menetas tidak sama. Jadi ada kemungkinan, beberapa ekor anak cobra ini masih berkeliaran. Semoga saja anak cobra ini sudah pergi dari kampung,” ungkapnya.

Deden Mengaku, untuk memastikan anak ular cobra tersebut menjauh dari kampung, pihak RT bersama RW mengaku akan meningkatkan intensitas gotong royong bebersih kampung. Agenda yang semula hanya dilakukan satu bulan sekali, rencannya akan dilakukan satu pekan sekali. Hal ini bertujuan untuk mempersempit ruang gerak ular. Pihaknya juga menghimbau kepada warga agar tidak panik dan resah.

Sementara itu, Komandan Regu Rescue 1 Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor, Arman R membenarkan hal ini. Ia mengaku mendapatkan aduan dari salah seorang warga bernama Siska Marlina. Berdasarkan pengaduannya, memang warga disana mengalami teror dari ular cobra selama dua pekan terakhir ini.

“Kita terima laporan dari warga, katanya mereka diteror sama cobra. Bahkan cobranya sudah bersarang dan bertelur, sehingga warga sering kali rumah-rumahnya dimasukin anak cobra ini,” bebernya.

Satu regu dikerahkan Arman, untuk menanggulangi teror reptil melata ini. Bermodalkan dengan dua unit pompa portable, tongkat, helm, sarung tangan, linggis dan PRT Kit (perlengkapan standar pemadam kebakaran,red), satu regu pemadam kebaran ini langsung sigap beraksi. Lantaran berada persis di samping salah satu makam warga, Arman mencoba berkoordinasi dengan pihak keluarga, untuk meminta izin melakukan sedikit pembongkaran makam.

“Kita juga melakukan pencarian, yang diduga menjadi tempat persembunyian ular tersebut. Kita juga meminta izin kepada warga, pihak keluarga, dan pemerintah setempat, untuk melakukan pembongkaran sarang ular, pas di samping makam. Dan akhrinya ular tersebut berhasil ditemukan. Kita juga mengamankan sekitar 17 butir telur yang belum menetas,” tandasnya.(ogi/c/mam/run)

Loading...