UPT Pertanian Cariu Sebar Bibit Durian di Desa Antajaya Ingin Jadikan Durian Ikon Kecamatan Tanjungsari

by
SEBAR BIBIT: Staf UPT Pertanian, Dadi Hardi, saat memberikan penyuluhan pembibitan duren kepada ketua Kelompok Tani Layungsari.

METROPOLITAN – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pertanian Cariu Dinas Pertanian Hortukultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor tengah berupaya meningkatkan produksi durian. Caranya dengan menyalurkan bantuan bibit durian untuk kelompok tani. Seperti Kelompok Tani Tani Layungsari, Desa Antajaya Kecamatan Tanjungsari yang mendapat 500 pohon untuk pengembangan buah durian.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pertanian Cariu Distanhorbun Kabupaten Bogor, Tatang Mulyadi, menjelaskan, ada tiga varietas bibit pohon durian yang segere ditaman yakni, varietas musangking 350 pohon, varietas pelangi 50 pohon, dan varietas matahari 100 pohon. Selain bibit Distanhorbun juga memberikan pupuk NPK 1000 kilogram dan Dolomit/kapur pertanian 500 kilogram.

Tiga jenis durian ini memiliki keunggulan masing-masing. Mulai dari kelebihan durian varietas musangkin dengan buah tidak terlalu besar namun dagingnya tebal produksi tinggi. Varietas pelangi secara umum sama dengan durian lainnya, hanya daging buahnya berwarna dan rasa tidak terlalu legit. Sementara varietas matahari produksi tinggi daging buahnya tebal.

Bantuan kelompok petani durian ini diberikan untuk meningkatkan produksi durian serta petani termotivasi dalam pengembangan tanaman durian yang tersertifikasi agar memiliki hasil buah duriannya berkualitas untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

“Diharapkan ke depannya durian menjadi ikon Tanjungsari sebagai penghasil buah durian selain beras dan kopi,” kata Tatang.

Ratisan pohon durian ini, kata Tatang, akan ditanam di lahan seluas lima hektar oleh ketua Kelompok Tani Layungsari, H Jukardi. Dalam pendampingannya, petani akan didampingi penyuluh secara teknis penanaman hingga panen. Edukasi tentang memelihara pohon durian dengan jarak tanam maksimal 10 meter kali 10 meter dengan lubang tanam 60 centimeter kali 60 centimeter.

“Secara teknis pendampingannya dengan Penyuluh Pertanian Lapangan(PPL), apabila dipelihara dan dirawat intensif minimal 4 tahun sudah bisa berbuah. Produksi rata rata per pohon per musim panen untuk tanaman yang sudah produksi 50 – 100 butir. Apabila tanaman sudah optimal dan tanaman sudah berumur diatas 10 tahun,” pungkasnya. (don/b/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *