Wagub Ajak Kasek dan Guru Agama Cegah Radikalisme

by -
DISAMBUT: Wagub Jabar, Uu Rushanul Ulum, disambut saat hadir menjadi keynote speaker Workshop Antiradi-kalisme bagi Kepala Sekolah, Guru Agama serta Siswa-siswi SMA/SMK.

METROPOLITAN – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Rushanul Ulum, menceramahi para kepala sekolah (kasek) baik SMA dan SMK, guru agama serta para perwakilan siswa se Kota Bogor dan Kota Depok. Dalam acara yang berlangsung di GOR SMA Negeri 7 Kota Bogor, Uu bertindak sebagai keynote speaker Workshop Anti Radikalisme bagi Kepala Sekolah, Guru Agama serta Siswa Siswi SMA/SMK.

UU menekankan para kepala sekolah lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan para siswa. “Kepala sekolah dan guru agama, harus bisa mendeteksi dini, apa saja kegiatan yang dilakukan para siswa itu,” pinta Uu.

Ia mengaku khawatir ada kegiatan ekstrakurikuler siswa di sekolah isinya menyimpang. Makanya kegiatan kegiatan seperti itu, perlu untuk terus diawasi dan diwaspadai. Karena ini sudah menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai gurunya bahkan sebagai pimpinan di sekolah.

“Bagaimana Indonesia bisa hebat, kalau generasi mudanya, sudah dirasuki paham radikalisme. Kita selalu dihadapkan dengan hal-hal kecil seperti ini yang artinya kita lemah dalam mewaspadai dan mengawasi anak anak kita,” katanya.

Guru agama, lanjut dia, bukan saja dituntut harus bisa menumbuhkembangkan kreativitas para siswanya saja, melainkan juga mampu menumbuhkan jiwa patriotisme para siswa. “Jangan sampai ada anggapan, agama Islam adalah agama radikal,” tegasnya.

Ia juga meminta para kepala sekolah harus bisa meningkatkan pengetahuan siswa dalam mendorong dan melahirkan kegiatan kegiatan yang bersifat peningkatan keimanan. Tujuannya agar mampu melahirkan kesepakatan-kesepakatan yang bersifat akhlakul karimah. “Indonesia juga terlahir atas kesepakatan bersama, jadi jangan sampai terjadi saling tuding yang melahirkan rasa kebencian diantara kita” ungkap Uu.

Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah II Bogor-Depok Aang Karyana mengatakan, upaya peningkatan kewaspadaan bagi para pelajar ini sangat penting untuk dilakukan, sebagai pencegahan secara dini tindakan radikalisme generasi muda.

“Dengan adanya kegiatan sosialisiasi ini, diharapkan para pelajar di wilayah Bogor-Depok khususnya, akan menyadari bahayanya tindakan tindakan yang berbau radikalisme, karena tindakan ini, jelas akan sangat merugikan bukan saja bagi masyarakat luas, tetapi juga bagi dirinya sendiri, terutama bagi bangsa dan negara,” ungkap Aang.

Aang menambahkan, hal lain yang harus diwaspadai adalah jaringan “Revolusi Industri 4.0 yang sudah terkoneksi dengan teknologi dunia luar. “Program inilah yang harus kita waspadai, karena disana sudah terincikan cara cara merakit bom. Kita tinggal buka internet saja, disana terpapar jelas cara cara membuat bom seperti juga terjadi di beberapa daerah,” pungkasnya. (ber/ar/els)

Loading...