Ya Allah… Saya Mau Usaha Apa Lagi?

by -0 views
PORAK-PORANDA: Sejumlah rumah dan fasilitas umum di Kampung Pasirpeundeuy porak-poranda akibat diterjang angin puting beliung, kemarin.

METROPOLITAN – Hanya bisa pasrah. Itulah yang bisa dilakukan Nova Sovianti saat melihat bengkel tempat produksi sepatu miliknya rata dengan tanah diterpa angin. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 15:23 WIB Minggu (08/12) kemarin. Niat hati bermain bersama putri tercinta,namun nyatanya mesti berakhir duka saat mendengar kabar jika bengke sepatu miliknya ambruk.

Air mata pun berlinang dan sesekali jatuh, di pipi chuby Nova. Sambil panik, wanita beralis lentik ini langsung pergi menuju bengkel sepatu miliknya, yang berada tepat di depan rumahnya, di Kampung Pasir Peundeuy, Desa Sukaharja, Kecamatan Ciomas.

Sejumlah bahan produksi, yang terdiri dari bahan sepatu dan peralatan produksi sepatu lainnya, harus direlakan Nova ikut tertimbun dengan reruntuhan. Kerugian puluhan juta pun dialaminya.

“Ya Allah… saya mau usaha apalagi. Baran-barangnya terrimbun semua,” ujar ibu satu anak itu.

Dalam hati kecil Nova kesedihan memenuhi seisi ruang hatinya. Bagaimana nasib bisnis sepatu, meski pindah ke mana, harus berbuat apa. Menjadi sejumlah pertanyaan yang terus berputar di benak Nova, saat melihat lumbung rezekinya luluh lantah di terpa angin kencang.

“Sedih sih, tapi mau bagaimana lagi, namanya juga sudah nasib,” rintih Nova saat ditemui Metropolitan di rumahnya kemarin malam.

“Benar-benar rugi, karena kita sama sekali tidak bisa produksi bahan baku semuanya tertimbun,” sambung Nova.

Tak hanya Nova, kejadian serupa juga dialami warga lainnya, meski tak separah dengan apa yang dialami istri dari Munajat ini. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Metropolitan, hujan lebat dan angin kencang yang melanda kemarin, setidaknya memberikan dampak yang cukup besar, khususnya bagi masyarakat yang berada di Kecamatan Ciomas.

Dari 11 desa yang ada di Kecamatan Ciomas, setidaknya ada empat desa yang terdampak akibat cuaca buruk kemarin sore. Empat desa tersebut diantaranya, Desa Sukamakmur dan Desa Sukaharja. Jika dikalkulasikan secara utuh, setidaknya ada 90 rumah terdampak peristiwa hujan lebat dan angin kencang yang menerpa Kabupaten Bogor kemarin sore.

“Desa Sukamakmur ada 2 rumah rusak berat, 68 rumah rusak sedang. Untuk Desa Sukaharja, ada 20 laporan, 19 rumah rusak ringan dan 1 bengkel sepatu rusah berat dan ambruk,” kata Camat Ciomas, Kabupaten Bogor, Chairuka Judhyanto saat dikonfirmasi.

Tak sampai disitu. Hujan lebat dan angin kencang juga rupanya melanda Kecamatan Tamansari, sedikitnya 15 unit rumah warga di Perumahan Pusaka Nambo, Desa Sukajaya mengalami rusak berat akibat angin puting beliung.

Angin puting beliung muncul dari arah selatan bergerak ke timur sekitar pukul 16.00 WIB. Angin yang berhembus kencang diikuti hujan deras langsung menerjang dan memporak-porandakan rumah warga.

Atap rumah yang terbuat dari baja ringan berterbangan. Bahkan ada yang hinggap di halaman rumah hingga tersangkut di antara kabel dan tiang listrik. Ikbal Hilman Sujati, warga setempat yang rumahnya rusak mengaku, saat kejadian ia sedang berada di dalam rumah seorang diri. Tiba-tiba angin bertiup kencang menerjang kawasan itu.

Angin yang bertiup kencang selama kurang lebih 1 jam membuat atap rumahnya terangkat hingga terbang terbawa angin. Saat itu, ia sempat tertimpa serpihan plafon rumahnya.

“Benar-bener mengerikan. Suara gemuruh bercampur benturan atap dengan benda lain membuat kami semua sangat panik,” tutur Ikbal.

Setelah kondisi dirasa mulai tenang, Ikbal kemudian keluar rumah dan ia melihat tetangganya mengalami nasib serupa. Atap dan dinding rumah mereka pun rusak parah diterjang angin puting beliung. Bahkan ada yang terbang hingga ke blok lain.

“Deretan blok kami ada 7 rumah yang rusak,” sebut Ikbal.

Ikbal bercerita, ada salah satu penghuni rumah di perumahan itu hingga kini terlihat masih syok. Saat kejadian, pasangan suami istri sempat berteriak-teriak sambil menggendong anaknya yang masih bayi.

“Tadi juga ditanya masih bengong gitu. Mungkin masih syok, soalnya waktu kejadian ada anak bayinya,” tuturnya.

Menurut Ikbal, beruntung dalam musibah tersebut tidak ada korban jiwa. Hanya kerugian materi akibat kerusakan rumah warga. Informasi diterima, ada 15 rumah di wilayah itu yang rusak parah. Seluruh atapnya terbawa angin.

Warga yang rumahnya mengalami kerusakan parah, terpaksa mengungsi di kediaman sanak famili maupun rumah tetangganya. Belum lama ini, angin puting beliung juga sempat menerjang kawasan perumahaan tersebut. Namun kejadian sekitar dua pekan lalu itu tidak separah tadi sore.

“Beberapa waktu lalu juga pernah kejadian. Cuma waktu itu hanya satu rumah yang rusak. Atapnya terbang terbawa angin,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Desa Sukajaya, Kecamat Tamansari, Kabupaten Bogor Edi Mauladi menjelaskan, peristiwa tersebut juga membuat aliran listri di sejumlah wilayah di Kecamatan Tamansari dan Ciomas, padam dan gelap gulita. Meski sejumlah petugas tengah mengevakuasi, namun higga kemarin malam pukul 22:00 WIB, aliran listrik tak kunjung kembali normal.

Secara umum tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Hanya saja, akibat peristiwa ini sejumlah warga terdampak ada yang lebih memilih mengungsi, sebagian ada yang masih tiggal dirumahnya.

“Tidak ada korban jiwa. Hanya listrik padam saja dan akses jalan tertutup. Kita juga tidak membuat tempat pengungsian dan tenda darurat, karna rata-rata rumah warga masih bisa ditempati, dan sebagian ada yang tinggal bersama sanak saudaranya masih berdekatan,” tutupnya. (ogi/b/lip/mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *