19 Guru Bertahan di Lokasi Bencana

by -1 views
MENGAJAR: Dua guru saat mengajar siswa yang terdampak bencana di Kecamatan Sukajaya. Mereka membantu anak-anak agar tetap mendapat pendidikan.

METROPOLITAN – Tercatat sembilan belas orang guru honor, dari Persatuan Guru Honorer (PGH) Kabupaten Bogor, bertahan di lokasi bencana, Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Mereka memberikan materi pembelajaran dan kegiatan belajar mengajar bagi para siswa korban bencana, sampai dengan waktu yang tidak ditentukan.

Tim Persatuan Wartawan Indonesia Kota Bogor Peduli Kemanusiaan (PWI Peka), yang memantau penanganan bencana, sangat menyayangkan dengan tidak adanya bantuan bidang pendidikan bagi para siswa korban bencana alam. Berangkat dari hal itu, PWI Kota Bogor bekerjasama dengan Persatuan Guru Honorer (PGH) Kabupaten Bogor, bergegas membuka sekolah darurat di lokasi bencana.

Wakil Ketua PWI Kota Bogor, Billy Adhiyaksa, saat melepas relawan PGH di Kantor PWI Kota Bogor, mengungkapkan keinginannya agar para siswa korban bencana alam, walaupun dalam situasi sulit, tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

“Apalagi, beberapa pelajar itu, akan mengikuti ujian, untuk itu, kegiatan belajar siswa jangan sampai terabaikan,” katanya.

Ia meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor dan Relawan Pendidikan lainnya bersinergi. Sebab karena pendidikan itu penting khususnya bagi anak anak walaupun sedang berada di lokasi bencana alam.

“Kami berharap Disdik Kabupaten Bogor, bisa membuka lebih banyak lagi kelas mengajar di lokasi bencana,” pinta Billy.

Menurut Ketua PGH Kabupaten Bogor, Halim Sahabudin, KBM bagi korban bencana alam harus tetap dilaksanakan, karena sejak peristiwa bencana alam terjadi dua minggu lalu, anak-anak di lokasi bencana menjadi tidak terkontrol pendidikannya. Padahal Kegiatan Belajar Mengaja (KBM)r sangat dibutuhkan bagi para siswa. 

“Terima kasih kepada PWI Kota Bogor yang sangat konsen dan peduli dengan kebutuhan pendidikan anak anak korban bencana alam. Ini merupakan bentuk kepedulian yang patut diapreseasi berbagai kalangan. Selain kebutuhan logistik, kebutuhan pendidikan pun menjadi hal yang sangat penting untuk tetap diberikan kepada anak-anak disana,” kata Halim.

PGH, kata Halim, bersama sembilan belas tenaga guru honorer lainnya, akan memberikan materi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan para siswa, walaupun kondisi kelas yang sangat tidak memadai.

“Secara bertahap kami akan memberikan pelajaran mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA,” jelasnya

Ketua Tim PWI Peka, Eko Hadi, mengucapkan terimakasih kepada PGH dan seluruh relawan yang datang secara swadaya, karena semangat belajar anak-anak di lokasi bencana, harus mendapat respon dari seluruh instansi pendidikan dan elemen masyarakat. (ber/ar/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *