2020 Tarif Tol Tanjak Terus!

by -35 views

METROPOLITAN – Memasuki 2020 tarif tol terus mengalami kenaikan, seperti tarif tol dalam kota dengan ruas Cawang – Tomang – Pluit dan Cawang – Tanjung Priok – Ancol Timur – Jembatan Tiga/Pluit akan segera naik. Hal tersebut sudah mulai disosialisasikan melalui media sosial PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), selaku pengelola ruas tol ini sejak tahun 1994.

Penyesuaian tarif tol ini memang dilakukan secara berkala setiap dua tahun sekali dan telah diatur dalam Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No. 38 Tahun 2004. Untuk sekarang, penyesuaian tarif untuk ruas dalam kota dilakukan sesuai dengan Keputusan Menteri PUPR Nomor 1231/KPTS/M/2019.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan saat ini pihaknya juga masih melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Masih sosialisasi. (Estimasi waktu sosialisasi) Sekurangnya seminggu, melihat dinamika masyarakat,” ujar Danang.

Kemudian, untuk jadwal penetapan tarif serta rincian besaran tarif baru yang akan digunakan, baik pihak BPJT maupun CMNP belum bisa memberikan komentar lebih lanjut. Namun, Danang mengatakan pertimbangan penentuan besaran tarif baru ini telah disesuaikan dengan pengaruh kumulatif nilai inflasi wilayah, atau sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.

15 Tahun 2005 Tentang Jalan Tol. Jasa Marga mengatakan, apabila besaran tarif tol tetap selama masa konsensi atau tidak ada kenaikan secara berkala, maka tarif tol pada masa konsensi berikutnya akan menjadi tinggi dan berada di luar daya beli masyarakat.

Begitu juga dengan Tol Lingkar Luar Bogor (BORR) yang akan menaikan tarifnya di awal 2020. PT Marga Sarana Jabar selaku operator memastikan akan ada kenaikan tarif tol pada pertengahan tahun 2020. Kenaikan tersebut bertepatan dengan usia Tol BORR yang memasuki dua tahun.

“Tahun ini Tol BORR menginjak usia yang kedua,  jadi tarifnya memungkinkan untuk naik. Di bulan Juni, bertepatan dengan beroperasinya tol BORR seksi 3A, kita akan berlakukan dua tarif,” ujar Direktur Utama PT MSJ Hendro Atmojo.

Hendro mengatakan, kenaikan tarif akan didasarkan pada dua tahun angka inflasi di wilayah Bogor. Perhitungannya akan dilakukan mulai Juni 2020. Rentan kenaikannya berkisar 5 hingga 10 persen. Penetapan tarif juga akan disesuaikan dengan kemampuan daya beli masyarakat Kota Bogor.

“Kalau sekarang tarifnya Rp 10 ribu, kalau 5 persen ya naik Rp 500,” kata Hendro.

Menurut Hendro, ada dua tarif yang akan ditetapkan di Tol BORR. Pertama, tarif Tol Sentul Barat hingga pintu Tol Yasmin. Kemudian, tarif Tol BORR dari pintu Tol Kayumanis hingga tol Salabenda.

“Sistemnya jadi dua, bayar di Sentul Barat dan Kayumanis. Kalau keluar Yasmin, bayar di Kedungbadak, nanti kalau keluar Semplak, ya ada juga tarif baru. Untuk tarif seksi 3A kemungkinan ya sekitar Rp 4000 sampai Rp 4500, tergantung Pak Menteri saja. Semampunya warga Kota Bogor,” ujar Hendro.

Operasional tarif baru pada Juni 2020, lanjut Hendro, merupakan hasil kesepakatan dengan PT Jasamarga. Penetapan tarif baru juga bertepatan dengan operasional Tol BORR seksi 3A.

“Saya sudah janji ke Jasamarga, dan Kementerian PUPR, Juni seluruh proyek ini sudah harus selesai, intinya nanti akan ada survey dulu. Kita hanya ingin masyarakat bisa tahu akan ada kenaikan tarif tol,” kata Hendro. (kon/pr/mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *