Asyik Mandi di Sungai, Dua Santri Disapu Air Bah

by -25 views

METROPOLITAN – Takdir hanya tuhan yang tau. Kiranya kata-kata bijak tersebut, sangat tepat untuk menggambarkan nasib Ridho Fahri Habibie. Sorang santri Pondok Pesantren Al Falakiyah, di Jalan Pagentongan, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, terseret arus aliran sungai Minggu (19/01).

Kejadian tersebut bermulai saat santri asal Desa Tengah, Kecamatan Cibinong tersebut, bersama ke empat rekannya izin kepada pengurus pondok pesantren untuk membeli baju ke luar.

Selepas membeli baju dengan empat rekannya, siswa yang baru duduk di kelas VIII ini, menyimpang untuk sekedar jajan, sambil menuju pulang ke pondok pesantren. Alih-alih memanfaatkan momennya menghirup udara luar, kelimanya memutuskan untuk lewat dan mandi di Sungai Cisindangbarang.

Dari kelima santri ini, tiga diantaranya turun ke sungai untuk sekedar mandi dan berenang. Sementara dua lainnya tidak iku berenang dan memilih menunggu. Namun siapa sangka, pada pukul 16:30 WIB, saat mereka asyik berenang dan bercanda riang, tiba-tiba air bah datang dan menyapu ketiganya tanpa ampun.

“Mereka ada berlima. Tiga turu berenang, sementara dua orang lagi menunggu dan tidak ikut berenang di sungai. Saat air bah datang, dua berhasil menyelamatkan diri, sementara Ridho Fahri Habibie terseret arus. Kemungkinan air bah ini adalah efek dari hujan sore itu,” kata Crisna salah satu anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor.

Hanyutnya Ridho Fahri Habibie, lantaran saat itu dirinya bersama temannya tengah asyik bermain saling gendong.

“Korban terbawa arus sekitar pukul 17:15 WIB saat air mulai meninggi. Sampai saat ini (22:00 WIB,red) kita masih melakukan pencarian hingga Balumbang Jaya. Kalau masih tidak ketemu kita berencana memasang jaring seputaran Bubulak,” bebernya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor Priyatna membenarkan hal tersebut. Pihaknya bersama jajaran kelurahan, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), bersama unsur TNI dan Kepolisian serta pihak lainnya, masih berusaha mencari korban hingga malam tadi.

“Kalau masih belum ketemu juga kita akan lanjutkan pencarian besok (hari ini,red). Karna cuaca juga tidak bersahabat, kita fokus kepada pemantauan visual dahulu. Karna cuaca saat ini tidak bersahabat,” tandasnya.

Sementara itu, pihak pesantren belum bisa berikan keterangan mengenai kejadian ini.

“Nanti ada press release,” singkat salah satu pengurus pondok pesantren Al Falakiyah, Yudin Taqyudin, saat dikonfirmasi Metropolitan. (ogi/c/mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *