Barongsai Lily Tembus Luar Jawa

by -8 views
PEMBUAT BARONGSAI: Seorang perajin tengah membuat barongsai. Jelang Imlek, produksi barongsai di industri rumahan yang berlokasi di Babakanpasar, Kota Bogor itu mengalami peningkatan

METROPOLITAN – Selain lampion, dodol cina dan tentunya angpao, setiap perayaan tahun baru imlek, selalu ada sebuah pertunjukkan yang selalu dinanti-nanti. Tak hanya oleh anak-anak, orang tua pun sangat antusias ingin menyaksikan pertunjukkan barongsai.

Sebuah tarian asal negeri tirai bambu itu, selalu mempertontonkan penari yang mengenakan sarung menyerupai singa dan naga.

Seni tradisional ini sudah ada sejak ribuan tahun silam. Singa yang terbagi menjadi dua jenis, yaitu singa utara dan selatan ini memiliki perbedaan dalam penampilannya.

Singa Utara identik dengan surai ikal dan berkaki empat, sedangkan Singa Selatan identik dengan tanduk dan sisik.

Salah satu pengrajin barongsai asal Kota Bogor bernama Lili Hambali menceritakan, keberadaan Barongsai memang selalu dinanti dan dicari masyarakat.

Sejak reformasi, Lili mengaku jika produksi barongsai yang ia kerjakan setiap tahunnya mengalami peningkatan. Bahkan, untuk memenuhi permintaan di tahun tikus logam ini, ia sampai mendapatkan orderan dari luar Jawa.

“Mulai dari Aceh, Medan, Makassar, Riau dan Samarinda, semuanya order kesini,” kata Lili, saat ditemui disela-sela pengerjaan barongsai dirumahnya, kemarin.

Menurutnya, di bulan ini menjelang tahun baru imlek yang akan jatuh pada 25 Januari, ia mengaku kewalahan memenuhi pesanan.

Terlebih, terbatasnya sumber daya manusia hingga akhirnya menolak permintaan pembuatan Barongsai. Walaupun berbahan dasar rotan, sambung Lili, untuk menjaga kualitas Barongsai buatannya ia menggunakan bulu domba dari luar negeri.

“Kami tidak pernah menghitung berapa produksi, yang pasti kalo udah masuk ke Januari, udah kita tolak-tolakin tuh permintaan, karena kita produksi sudah dari Oktober,” jelasnya.

Bengkel barongsai milik Lily berada di Jalan Roda, Gang Angbun, Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah. Untuk menemukannya cukup tanyakan nama Lily Barong pada warga sekitar.

Untuk satu barongsai utuh ia jual seharga Rp 5,5 juta. Sedangkan liong mulai Rp 7,5 juta. Harganya yang ekonomis dengan kualitas ekspor inilah yang membuatnya unggul dibanding pembuat barongsai lain. (dil/c/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *