Baru Dibangun Jalan Bojongnangka-Cicadas Sudah Rusak

by -
JELEK: Kondisi Jalan Bojongnangka-Cicadas sudah rusak. Aspalnya mengelupas. Warga menuding proyeknya dikerjakan asal-asalan.

METROPOLITAN – GUNUNGPUTRI Baru berjalan dua bulan, peningkatan Jalan Raya Bojongnangka-Cicadas yang dikerjakan senilai Rp3,2 miliar  kondisinya  sudah rusak dan mengelupas.

Kerusakan terlihat di beberapa badan beton yang menghubungkan dua desa yakni Desa Bojongnangka dan Desa Cicadas, Kecamatan Gunungputri.

Menurut salah satu warga, Emin (34) nengatakan, jalan yang merupakan jalur pintas bagi para karyawan yang bekerja di kawasan Cicadas itu memang sangat dibutuhkan.

Sebab sebelum di betonisasi oleh pemerintah, jalan itu kondisinya rusak parah.

“Memang ini (jalan bojongnangka-cicadas, red) sangat dibutuhkan untuk jalur pintas baik yang sekolah maupun bekerja. Tapi aneh aja kok bisa ya jalan baru dua bulan dibangun sudah rusak lagi.” ucapnya.

Emin tak menampik jika pemerintah sudah terbilang perhatian terhadap kondisi jalan di wilayah Kecamatan Gunungputri.

Namum yang disayangkan kinerja pemborong, CV Fatih Rizki yang seolah tidak mementingkan kualitas betonisasi.

“Saya emang gak ngerti soal kontruksi, tapi sebagai masyarakat awam, kualitas beton yang dikerjakan oleh pemborong itu seperti asal-asalan,” keluhnya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Ahmad Fathoni mengatakan, terkait dengan pekerjakan proyek insfrastruktur yang sudah dikerjakan di 2019 saat ini memang sebagian sudah serah terima 100 persen. Tapi pada dasarnya ada masa pemeliharaan sekitar 6 bulan.

“Itu sudah resmi ada dalam kontrak. Jadi segala keluhan dan permasalahan kerusakan dan seterusnya yang ada di pekerjaan itu masih menjadi tanggung jawab dari kontraktor untuk memperbaiki dan menyelesaikannya. Jika ada kerusakan parah itu akan ada oneprestasi atau pemotongan dari kontraktor,” paparnya

Namun, Lanjut Fathoni, dirinya bersama angota komisi III lainnya akan melakukan pengecekan ke lapangan, jika mmemang terbukti nanti ditemukan kelalaian kontraktor, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinas PUPR agar segera memanggil kontraktor dan memintanya menjalankan kewajiban sesuai perjanjian kontrak.

“Sekarang kita masih konsentrasi untuk penanganan terkait bencana yang terjadi di kabupaten Bogor. Mungkin setelah itu kita akan lakukan komunikasi dengan pihak kontraktor dan pihak terkait untuk melakukan pengecekan kelapangan, jika memang kerusakannya cukup parah, nanti kami akan lakukan pemanggilan kepada kontraktor,” tukasnya. (zis/b/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *