BEM FIPHAL Djuanda Pelototi Kinerja Kementan

by -
METROPOLITAN – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Pangan Halal (BEM FIPHAL) Universitas Djuanda, angkat suara soal kasus Beras Nasional dan Perum Bulog 2019. Hal ini ditenggarai lantaran tingginya angka impor beras, serta adanya indikasi mubazir 20 ribu ton beras, dengan nominal Rp 170 miliar rupiah. Koordinator Lapangan BEM FIPHAL Universitas Djuanda, Budimansyah mengatakan, beras Cadangan Pemerintah dan Beras BULOG dinilai gagal, lantaran tidak sesuai dengan motto yang digaungkan Kementerian Pertanian RI, yaitu menjadikan Indonesia sebagai Swasembada Pangan. “Kami BEM FIPHAL Universitas Djuanda, mendapat panggilan Kementerian Pertanian RI ke kantor pusat Jakarta selatan, atas kajian kami selama satu bulan kemarin, soal Beras Nasional dan Perum BULOG 2019. Dan kami penuhi panggilan itu, kami juga beberkan hasil kajian kami selama 30 hari kemarin,” katanya dalam keterangan tertulis. Sejatinya, fungsi persediaan adalah sebagai antisipasi apabila perusahaan menghadapi fluktuasi permintaan, yang dapat diperkirakan dan diramalkan berdasarkan pengalaman, atau data-data masa lalu, berupa data permintaan musiman. Dalam perhitungan persediaan beras dalam negeri, pada 2018 sebanyak 12.135.098 ton, yang diposisikan terbanyak pada Juni, yang mencapai, 1.463.525 ton. Pada 2019 sebanyak 13.518.256 ton, dengan terbanyak pada bulan Juni sejumlah 1.697.092 ton. Serta didapati total yang dipenuhi untuk 2018 sejumlah 50.571 ton dan untuk 2019 sejumlah 399.871 ton.
Loading...