Biang Tawuran Kini Bertangan Buntung

by -

METROPOLITAN – Lima menit sebelum azan Magrib berkumandang, segerombolan pelajar SMK berkumpul di kolong jembatan Tol Cimahpar. Tak lama, mereka melakukan aksi tawuran hingga tiga orang menjadi korban. Satu di antaranya mengalami luka bacok hingga menyebabkan pergelangan tangannya terputus.

Tindakan tidak terpuji itu melibatkan pelajar SMK Karya Nugraha dan SMK Bina Warga. Mereka melakukan tawuran usai jam sekolah di sekitaran PT Ciko, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Selasa (21/1) sekitar pukul 18:30 WIB.

Willy Ardian (18) harus kehilangan pergelangan tangan kanannya usai dibacok senjata tajam (sajam). Sedangkan Eko Nur Hamzah (10) luka pada bagian tangan kirinya, dan Muhammad Ridwan Hermawan (16) luka pada bagian pinggang kanannya.

Ketiganya harus mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit PMI Bogor. Sedangkan Willy Ardian terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta lantaran harus diamputasi.

Menanggapi hal itu, Wakapolsek Bogor Utara AKP Heri Suhartanto membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengaku kasus ini sudah ditangani Satreskrim Polresta Bogor Kota.

“Benar. Tapi aksi tawuran itu ditangani polresta. Sejauh ini kita belum tahu pemicu kejadian tawuran ini,” katanya.

Sementara itu, tindak tawuran pelajar yang menyebabkan korban luka menambah rentetan panjang aksi kriminalitas yang dilakukan pelajar asal Bogor. Sebelumnya, tindak tawuran yang menyebabkan korban jiwa terjadi di Karehkel, tak jauh dari Terminal Leuwiliang, Selasa (22/1).

Korban diketahui berinisial RA yang tewas akibat kekurangan darah setelah mendapat beberapa sabetan celurit di tubuhnya, salah satunya di punggung.

Aksi tawuran pelajar yang menyebabkan korban tewas juga terjadi di Jalan Raya Bogor Km 45, Kecamatan Cibinong, Jumat (14/9/2018) lalu. Korban tewas diketahui bernama Yuda (13). Ia tewas di lokasi kejadian akibat menderita luka bacok celurit di bagian dada kiri dan lehernya.

Kemudian di Jalan Raya Cibanteng, Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Senin (22/7/2019) lalu sekitar pukul 16:30 WIB. Tawuran itu melibatkan belasan pelajar dari tiga SMK swasta.

Akibatnya, satu pelajar luka parah terkena sabetan di lengan kiri dan kanannya. Korban pun harus dilarikan ke RSUD Leuwiliang untuk mendapatkan perawatan medis.

Di lain hal, korban tawuran pelajar yang kehilangan pergelangan tangannya, Willy Ardian, dikenal sebagai pribadi yang nakal. Korban pernah dikeluarkan dari sekolah lamanya karena kedapatan melakukan tawuran. Hal itu pun dibenarkan Ketua RT 03, Kampung Kebondanas, Kelurahan Cimahpar, Deni Kurnia.

Loading...