Bupati Minta Pihak Berwenang Bertindak

by -1 views
ILUSTRASI: Longsor yang terjadi di wilayah Kabupaten Bogor diduga akibat persoalan tambang liar, illegal logging dan alih fungsi lahan

METROPOLITAN – Hampir sebulan pasca bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di sebagian besar wilayah barat Kabupaten Bogor, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pun merilis penyebab terjadinya bencana di awal tahun itu.

Penelitian yang dilakukan bareng Badan Geologi, Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), menyebut bahwa ada tiga penyebab terjadinya longsor di wilayah Sukajaya dan sekitarnya.

Persoalannya disebut akibat dari persoalan tambang liar, ilegal logging dan alih fungsi lahan dari perkebunan pertanian menjadi pemukiman.

Menanggapi hal itu, Bupati Bogor Ade Yasin mengaku kaget saat mendengar laporan dari tim peneliti, bahwa banyak jejak dan ratusan bangunan tenda yang ditengarai bekas digunakan oleh penambang liar atau dikenal dengan nama gurandil.

Yang ditengarai ‘menyumbang andil’ dalam bencana di wilayah kaki gunung Halimun-Salak itu.

Wanita yang juga Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Barat itu pun menyerahkan persoalan ini kepada aparat berwenang, untuk masalah sanksi hukum kepada para oknum perusak lingkungan di Bumi Tegar Beriman.

“Saya kaget juga. Banyak jejak bekas tambang liar di hulu Gunung Halimun. Sepertinya ada ratusan, kan ada yang legal dan yang ilegal. Tapi kalau sudah begini, yang legal pun mesti diawasi, dipantau bersama-sama. Yang jelas ini harus dituntaskan,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

Ia menyerahkan masalah sanksi hukum para pelaku perusak lingkungan di Kabupaten Bogor kepada institusi yang berwenang.

“Yang lain-lain seperti persoalan hukum, kami serahkan kepada beliau-beliau, aparat berwajib. Menindaklanjuti penyebab dari bencana tanah longsor dan banjir. Tentu saya berharap ini tuntas,” terang AY, sapaan karibnya.

Akhir pekan lalu, Kepala BNPB Doni Monardo merilis penyebab-penyebab terjadinya bencana banjir dan tanah longsor di wilayah barat Kabupaten Bogor, awal tahun ini.

Ia menyebut, persoalan tambang, ilegal logging dan alih fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman, ditengarai jadi penyebab bencana.

Menurutnya, saat melakukan penelitian dari udara, nampak dari ketinggian terlihat ratusan bangunan tenda, yang diduga merupakan bekas bangunan yang digunakan penambang liar di hulu Gunung.

“Ini harus kami katakan apa adanya. Di bagian hulu, terutama di kawasan Gunung Halimun, ditemukan banyak sekali bangunan-bangunan tenda yang semula digunakan oleh gurandil tambang liar. Jumlahnya bisa jadi mencapai ratusan. Ya tentunya ini tidak bisa dibiarkan,” tukas Doni.

Apalagi, kata dia, ada arahan langsung dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk menindak para pelaku tambang liar hingga ilegal logging, yang merusak ekosistem dan berujung pada terjadinya bencana. (ryn/c/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *