Dapat Rp30 M, Renovasi Surken Dilanjut

by -16 views
DITATA LAGI: Suasana Jalan Suryakencana yang sudah direnovasi, belum lama ini. Pemkot Bogor mendapat kucuran dana dari Pemprov Jabar untuk kembali menata kawasan tersebut.

METROPOLITAN – Ambisi Walikota Bogor, Bima Arya untuk menjadikan kawasan Suryakencana menjadi Pecinan mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Kota Bogor pun mendapatkan kucuran dana sebesar Rp30 miliar untuk mempercantik kawasan Suryakencana.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Chusnul Rozaqi, menuturkan, renovasi Surken seksi II ini akan dimulai pada April mendatang.

Beberapa gang yang ada di kawasan Surken akan disulap menjadi kawasan Pecinan dengan nuansa Tiongkok.

“Iya kami mendapatkan banprov sekitar Rp30 miliar, untuk penataan Lawang Seketeng, Jalan Pedati, Rangga Gading, Gang Teng dan Kampung Cincau, serta 7 koridor yang ada di sepanjang Jalan Suryakencana,” kata Chusnul kepada Metropolitan, kemarin (23/1).

Proyek yang akan dikerjakan selama 7 bulan ini sambung Chusnul, akan meliputi penataan jalan, perbaikan pedestarian, saluran irigasi atau air dan aksesoris pendukung lainnya untuk mempercantik kawasan Pecinan di tengah-tengah Kota Bogor ini.

Agar memperlancar proses pengerjaan, saat ini aparatur wilayah seperti Kelurahan dan Kecamatan tengah melakukan audiensi dan sosialisasi kepada warga terdampak.

Para pedagang sayur basah pun tengah direlokasi oleh Dinas UMKM dan Perumda Pasar Pakuan Jaya.

Berdasarkan catatan Dinas UMKM, teradapat kurang lebih 230 pedagang basah yang saat ini masih berjualan di lokasi yang akan dibenahi.

Nantinya para pedagang sayur dan buah itu akan direlokasi ke lantai 3 Pasar Bogor, untuk ditata.

“Memang agar tidak terjadi keterlamabatan dan proses pekerjaan yang tidak sesuai perencanaan, komunikasi lintas instansi harus dibangun. Orang Kelurahan dan Kecamatan itu kan lebih paham karakter masyarakat, sedangkan Dinas UMKM dan Perumda bisa mengatasi relokasi. Nanti kita ekseskusi pekerjaan jadi lebih mudah,” ujar Chusnul.

Terpisah, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, menegaskan, penataan PKL tersebut akan menjadi program yang berkelanjutan. Mereka melakukan penataan secara bertahap.

Pemkot Bogor ingin para PKL “naik kelas” dengan menjadi pedagang-pedagang yang memiliki kios.

“Jadi, selama ini mereka menempati lahan yang ilegal, di atas trotoar, di atas saluran air, hingga badan jalan. Sesuai dengan aturan dan sesuai dengan ekspektasi masyarakat, hal-hal yang seperti ini melanggar aturan, tentu harus kita tertibkan. Namun, pendekatan penertibannya dengan mengangkat marwah pedagangnya,” ungkap Dedie.

Ia melanjutkan, pemindahan PKL itu akan menempati beberapa slot alokasi pasar atau lods. Pihaknya akan berkoordinasi dengan PD Pasar agar bisa menampung para PKL di lahan-lahan yang masih kosong.

Tujuannya juga agar proses transaksi berjalan dengan lebih baik di dalam pasar. Tidak lagi terpencar di trotoar, jembatan penyeberangan, hingga jalan.

“Sampai saat ini semua berjalan sesuai dengan harapan. Didukung oleh semua pihak terkait, termasuk PKL masing-masing. Ke depan, kalau bisa, ada cadangan lahan di dalam pasar seperti blok F, tentu kita akan pripritaskan yang mana-mana saja bisa masuk blok F,” tandasnya.(dil/c/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *