Data CCTV Kedatangan Harun Masiku Terlambat Sampai 15 Hari, Roy Suryo Ungkap Kejanggalan

by -33 views

METROPOLITAN – Pakar Telematika, Roy Suryo menilai ada kejanggalan terkait keterlambatan informasi keberadaan Harun Masiku dari data CCTV Bandara Soekarno Hatta.

Harun Masiku merupakan politisi PDI Perjuangan yang terseret kasus dugaan suap Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPR bersama Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.

Hal itu disampaikan dalam video yang diunggah kanal YouTube KompasTV, Senin (27/1/2020).

Roy Suryo mengatakan adanya informasi yang terlambat hanya bisa ditoleransi apabila dalam hitungan detik atau paling lama satu jam.

Ia menyebut di terminal dua Bandara Soekarno Hatta di mana Harun Masiku datang merupakan bekas terminal internasional.

“Semua penerbangan ada dari situ,” ujar Roy Suryo.

Sementara itu, Roy berujar jika dikatakan memantaunya hanya dari terminal tiga Bandara Soekarno Hatta.

“Justru yang di terminal tiga itu barang-barang baru,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan semua penerbangan internasional melalui terminal dua.

“Penerbangan internasional ini masuknya juga dari dulu terminal dua,” kata Roy.

“Apa jadinya di Indonesia kalau sebuah data orang yang masuk aja terlambatnya 15 hari,” paparnya.

“Itu kan sudah bobol habis-habisan kita,” lanjut Roy Suryo.

Menurut Roy, dari sisi teknologi sangatlah tidak mungkin adanya keterlambatan data.

Roy Suryo Minta Dirjen Imigrasi Mundur

Roy Suryo meragukan keterangan Direktorat Jenderal (Dirjen) Imigrasi Ronny F. Sompie terkait informasi keberadaan Harun Masiku.

Ia menyarankan Dirjen Imigrasi dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) untuk melepaskan jabatannya karena informasi yang dinilai tidak benar.

Hal itu disampaikan dalam video yang diunggah kanal YouTube KompasTV, Minggu (26/1/2020).

“Kalau saya menempatkan diri sebagai Dirjen Imigrasi atau petinggi di atasnya, artinya Dirjen Imigrasi atau Menkumham itu malu dan bahkan kalau perlu mengundurkan diri,” terang Roy.

Menurut Roy, keterangan yang diberikan Ronny mengenai adanya delay time dalam sistem data di Bandara Soekarno Hatta tidak bisa diterima.

“Dalam istilah teknis ya, delay itu boleh kalau dalam hitungan detik atau menit, atau paling lama jam lah, jam aja itu udah parah,” ujar Roy.

“Ini delay kok sampai lima belas hari,” imbuhnya.

Sebelumnya, Rony Sompie menyampaikan dalam proses data perlintasan Bandara Soekarno Hatta adanya keterlambatan informasi yang diberikan pihak imigrasi terkait kedatangan Harun Masiku ke Indonesia.

Hal itu disebabkan oleh adanya delay time atau jeda waktu pemrosesan data.

Menurutnya, kondisi inilah yang membuat pihak imigrasi tidak mengetahui jika Harun Masiku sudah ada di Indonesia sejak 7 Januari 2020.

Sementara pihak imigrasi baru memberikan keterangan pada 22 Januari 2020 yang artinya ada jeda 15 hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *