Dewan Ikut Pantau PPDB 2020

by -44 views
RAKOR: Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Dadang Iskandar Danu-brata (kanan), saat audiensi dengan Disdik Jawa Barat.

METROPOLITAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menggelar audiensi bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor membahas Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Menengah Atas (PSMA), Yesa Sarwedi, mengatakan, PPDB tahun 2020 akan digelar melalui persiapan yang matang, salah satunya dengan melakukan sosialisasi. Tak hanya itu, Disdik juga mengimbau DPRD Kota Bogor untuk terus memantau kemungkinan berbagai kecurangan yang mungkin terjadi.

“DPRD Kota Bogor juga bisa menindaklanjuti beberapa pengaduan dari masyarakat dan nantinya diteruskan ke kami (Disdik Jabar, red) untuk menemukan solusinya,” imbaunya.

Menurut Yesa, pada PPDB 2020 terdapat beberapa penyeleksian untuk jalur SMA. Yaitu, jalur zonasi minimal 50 persen, jalur prestasi maksimal 30 persen (terbagi menjadi akademis dan non-akademis), perpindahan tugas orang tua/guru maksimal 5 persen, terakhir jalur afirmasi (keluarga ekonomi tidak mampu dan anak berkebutuhan khusus) minimal 15 persen.

Adapun langkah dalam memilih sekolah pada PPDB 2020, yakni calon peserta didik hanya dapat memilih jalur dari tiga jalur pendaftaran PPDB dalam satu zonasi. Kemudian, domisili calon peserta didik berdasarkan alamat pada kartu keluarga (KK) yang diterbitkan paling singkat 1 tahun sebelum pelaksanaan PPDB. Selain itu, melakukan pendaftaran PPDB melalui jalur zonasi domisili peserta didik.

“Sekolah yang diselenggarakan pemerintah daerah dilarang membuka jalur pendaftaran penerimaan peserta didik baru selain yang diatur dalam peraturan menteri. Pemerintah daerah wajib menerima calon peserta didik yang berdomisili sesuai zona yang ditetapkan,” ujar Yesa.

Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata mengaku mendapat banyak masukan dalam penyelenggaraan PPDB tahun 2020. Berbagai perbaikan akan terus diupayakan demi kesuksesan PPDB. Poin tersebut berupa sosialisasi, pendaftaran PPDB dilakukan secara online, sistem penerimaan, dan simulasi pendaftaran.

“Hal ini berkaca dari beberapa permasalahan yang terjadi pada PPDB 2019. Ini menjadi pembelajaran bagi kami untuk menyampaikan langsung kepada Disdik Jabar agar bisa segera diperbaiki di tahun-tahun mendatang,” pungkasnya. (*/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *