Digugat Investor, PT Kampoeng Kurma Pasrah

by -

METROPOLITAN – Dirut PT Kampoeng Kurma, Arfah Husaifah angkat bicara terkait pengajuan gugatan Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) atau gugatan pailit terhadap perusahannya ke Pengadilan Negeri Niaga Jakarta Pusat.

Menurutnya, sampai saat ini perusahaannya masih terus berusaha menyelesaikan sengketa dengan para customernya tersebut.

Sebagai owner, Arfah mengaku akan bertanggung jawab penuh atas apa yang terjadi di Kampoeng Kurma.

Ia juga mengklaim sudah menyerahkan ratusan kavling atau refund kepada konsumen dari beberapa wilayah secara bertahap dari satu bulan yang lalu.

Sementara terkait dengan dua investor yang mendaftarkan gugatan PKPU, ia tak akan melakukan gugatan balik. Baginya, masalah tersebut dianggap sebagai pecut agar kerjanya lebih cepat.

“Kami anggap positifnya aja. Intinya kami fokus menyelesaikan pembuktian tanggung jawab kami kepada konsumen,” kata dia.

“Jangan sampai dua orang menempuh jalur pelaporan, tapi yang lain ikut dirugikan. Kondisi yang ada sekarang memang agak kesulitan karena menunggu surat tanah diberikan dari perantara pembebasan tanah,” tambahnya.

Meski demikian, dirinya menjamin jika konsumen berharap kavling, maka PT Kampoeng Kurma akan berusaha memberikannya, begitu juga yang ingin refund akan segera diselesaikan.

“Tidak sampai 10 persen yang meminta refund, jauh lebih banyak keinginan kavling direalisasikan,” ujarnya.

Sekadar diketahui, kasus dugaan penipuan investasi bodong yang melibatkan PT Kampoeng Kurma dengan para investornya memasuki babak baru.

Sejumlah investor yang mengaku sebagai korban telah mendaftarkan gugatan PKPU atau gugatan pailit terhadap PT Kampoeng Kurma ke Pengadilan Negeri Niaga Jakarta Pusat.

Mereka menggandeng Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Konsumen Jakarta untuk menyelesaikan perkara tersebut.

Direktur Eksekutif LBH Konsumen Jakarta Zentoni mengatakan, permohonan PKPU tersebut diajukan dua orang investor atas nama Topan Manusama dan Dwi Ramdhini.

” Gugatan PKPU kami daftarkan pada Rabu (22/1/2020). Intinya mereka ini menuntut agar uangnya segera dikembalikan,” kata Zentoni.

Dia menyebutkan, sejauh ini sudah ada 30 orang yang mengadukan kasus itu ke LBH Konsumen Jakarta.

Mereka berasal dari sejumlah wilayah seperti Lampung, Bandung, Jakarta, Tanggerang, Bekasi, Bogor, dan Jawa Timur.

“Banyak, miliaran rupiah yang sudah disetor ke perusahaan itu. Cuma, untuk permulaan baru dua investor yang kami ajukan untuk gugatan ini,” ucap dia.

“Kami tetap maju dengan permohonan PKPU ini. Biar pengadilan yang memutuskan ini,” tambahnya. (dil/c/rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *