Diproduksi di Lingkungan Sekolah, Sudah Dicicipi Wali Kota

by -
KREATIF: Inilah minuman belimbing wuluh karya siswa-siswi SMP Negeri 4 Kota Bogor.

METROPOLITAN – Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) SMP Negeri 4 Kota Bogor, boleh berbangga diri. Sebab telah berhasil menciptakan sebuah minuman segar dan higienis yang dibuat dari bahan baku belimbing wuluh. Minuman karya siswa SMP Negeri 4 Kota Bogor ini, kerap disajikan pada saat ada kegiatan di lingkungan sekolah, serta di beberapa even pameran di berbagai tempat, hingga singgah di meja Wali Kota Bogor, Bima Arya.

Menurut Ketua KIR SMP Negeri 4 Kota Bogor, Faliana, awalnya ia melihat ada pohon belimbing wuluh yang tumbuh di halaman sekolah, namun buahnya selalu terbuang dan menjadi sampah. Berangkat dari keprihatinan itu, ide minuman belimbing wuluh muncul.

“Tadinya kami risih dengan sampah buah belimbing tapi akhirnya sepakat mengolah belimbing wuluh ini menjadi suatu produk yang bisa dimanfaatkan,” katanya.

Pengurus KIR SMP Negeri 4 Kota Bogor, Wihaga, menjelaskan, proses pembuatan minuman belimbing wuluh ini sangat mudah. Setelah dibersihkan, belimbing wuluh dijus, lalu dipanaskan dicampur dengan gula dan penyedap rasa lainnya.

“Untuk memberikan warna kuning pada minuman itu, kami gunakan kunyit,” katanya.

Pembimbing KIR SMP Negeri 4 Kota Bogor, Yoyoh, menambahkan, minuman ini baru diproduksi di lingkungan sekolah saja dengan jumlah yang terbatas.

“Bisa saja diproduksi banyak dan dipasarkan secara luas, tetapi karena pekerjaan itu dilakukan para siswa, sementara siswanya lebih terfokus pada belajar maka pruduksinya kita buat sesuai kebutuhan dan permintaan saja,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 4 Kota Bogor, Wawan, menyambut baik hasil karya KIR siswa berupa produk minuman belimbing wuluh. Hanya saja produksi ini belum dilengkapi dengan lisensi dari Dinas Kesehatan Kota Bogor.

“Sebenarnya kita juga ingin melengkapi lisensi produksi minuman ini, tetapi karena terbentur waktu dan anggota KIR nya ada yang lulus dan ada siswa baru, sehingga kita masih menunggu waktu yang tepat,” kata Wawan. (ber/ar/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *