Disdik Kota Bogor Ngeluh Dana BOS Dikit

by -5 views

METROPOLITAN – Sektor Pendidikan di Kota Bogor, sampai saat ini masih terus menjadi perhatian. Mulai dari peningkatan mutu belajar sampai peningkatan fasilitas belajar.

Bahkan, buruknya kualitas pendidikan di Kota Bogor, yang marak dengan tawuran hingga kenakalan remaja lainnya, seolah membuat dinas dibawah komando Fahrudin tersebut tak berdaya.

Kadisdik Kota Bogor, Fahrudin pun berkilah, jika pihaknya masih kesulitan untuk meningkatkan kualitas pendidikan karena minimnya anggaran.

Untuk sektor pelayanan yang bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) sekitar Rp91 miliar.

“BOS dari pusat hanya bisa membiayai seorang siswa sebesar Rp800 ribu dalam setahun. Kalau dihitung-hitung dengan jumlah siswa sekitar 147.995 siswa, berarti setiap bulannya tidak sampai Rp100 ribu untuk setiap siswa, ini sangat kurang,” kata pria yang akrab disapa Fahmi tersebut.

Untuk mensiasati hal itu, ia mengaku telah mengajukan anggaran sebesar Rp64 Miliar untuk dana BOS yang bersumber dari APBD Kota Bogor.

Walaupun SD dan SMP Negeri di Kota Bogor sudah gratis, Fahmi berharap dana BOS Kota Bogor bisa mengikuti standar nasional yang sudah menyentuh angka Rp1 juta per bulan untuk setiap siswa.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan, dana BOS bisa dialokasikan untuk pembelian/ pengadaan buku teks pelajaran, pembiayaan penerimaan siswa baru, pembiayaan ulangan harian, pembiayaan perawatan sekolah, pembayaran honorarium guru honorer dan mebeler sekolah.

“Untuk sekolah negeri saja tidak sampai Rp1,5 juta per tahun. Jadi untuk para orangtua yang ingin menyumbang kegiatan penguatan ya tidak masalah, tetapi melalui komite,” jelas Fahmi.

Tetapi, ia menekankan harus ada transparansi anggaran dari setiap sekolah yang menerima bantuan ataupun dalam pengalokasian dana BOS.

Ia juga berharap, pengalokasian dana BOS bisa sesuai dengan arahan meneteri pendidikan yaitu pendidikan non-formal.

“Jadi anak-anak itu harus belajar melalui meotde pembelajaran yang menyenenangkan supaya potensi anak-anak berkembang. Kalau ada yang suka nyanyi, berkembang. Ada potensi olahraga, berkembang. Jadi jangan semuanya didorong ke arah akademis,” jelasnya.

Terpisah, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Ainun Naim mengungkapkan, mulai tahun ini penyaluran program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) akan langsung disalurkan dari pemerintah pusat ke sekolah.

Langkah ini dinilai lebih efektif karena dana akan langsung sampai kepada pihak yang berkepentingan.

Dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berkordinasi dengan Kemenkeu untuk memberikan data setiap sekolah guna menentukan jumlah dana yang dibutuhkan.

Sedangkan pemerintah daerah yang sebelumnya turut menyalurkan dana BOS saat ini bertugas memonitor kinerja sekolah. (dil/c/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *