METROPOLITAN- Diet Keto yang tengah jadi tren di kalangan selebriti, rupanya punya dampak bagi kesehatan. Tak heran, bila pakar kesehatan pun melarang untuk melakoninya.

Seperti diketahui, diet keto merupakan cara untuk menurunkan berat badan. Saat menerapkan pola makan rendah karbohidrat tinggi lemak, mereka tidak mengonsumsi roti, nasi, bahkan buah apel. Akan tetapi mereka menambah 70 hingga 80 persen lemak setiap hari.

Namun, para ahli kesehatan masih berhati-hati karena belum ada banyak data jangka panjang tentang dampak diet keto terhadap kesehatan jantung setelah bertahun-tahun atau puluhan tahun menjalaninya.

Ahli jantung dan dokter ginjal sudah menyatakan keprihatinannya karena apa yang mereka lihat dalam praktik, pasien tertentu menjadi gemuk. Seorang ahli jantung Elizabeth Klodas yang mengatakan tidak semua pasiennya sukses dengan diet keto.

“Berhenti, berhenti!” katanya pada Insider.

“Dalam praktik saya sendiri, orang-orang yang mengadopsinya, kolesterol mereka bisa melonjak,” Elizabeth menekankan.

Menurutnya, bukti menunjukkan orang cenderung menggunakan bacon, krim, dan minyak kelapa ketika menjalani keto ketimbang memilih lemak tak jenuh dan sehat.

Mungkin inilah sebabnya penelitian menunjukkan orang yang mengikuti diet rendah karbohidrat cenderung berisiko kematian yang lebih tinggi, dan khususnya, cenderung meninggal karena penyakit jantung koroner daripada orang yang makan lebih banyak karbohidrat.

Elizabeth juga tidak setuju dengan gagasan menerapkan pola makan rendah karbohidrat, apalagi sampai menghindari buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian yang kita tahu bagus untuk kesehatan

“Jika Anda melihat populasi yang makan diet setipe keto, orang Inuit, misalnya, sangat sedikit buah dan sayuran, kan? Rata-rata umur mereka 10 tahun lebih pendek,” kata Klodas.

Sama halnya dengan ahli jantung Ethan Weiss, yang juga telah menjadi pengikut setia diet keto tinggi lemak. Menurutnya, kolesterol tinggi bisa saja terjadi ketika seseorang menjalani diet keto.

“Saya pikir sebagian besar orang yang melakukan diet ini tidak akan memiliki masalah dengan kolesterol mereka,” kata Weiss kepada Business Insider tahun lalu.

“Tapi saya tidak akan memberi tahu orang-orang yang bermasalah dengan kolesterol mereka bahwa itu bukan masalah,”tegasnya.

Weiss terkadang menyarankan keto tinggi lemak kepada pasiennya untuk mengelola diabetes, obesitas, dan masalah metabolisme lainnya. (ok/feb/py)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *