Emil Tiru Bekasi Untuk Pidahkan Ibukota Jabar

by -

METROPOLITAN – Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mengkaji wacana pemindahan ibu kota baru. Bahkan Gubernur Jabar Ridwan Kamil secara terang-terangan mengaku akan mengadopsi Kabupaten Bekasi dalam urusan perencanaan desain pusat pemerintahan.

“Kajian pemindahan pusat pemerintahan masih dilakukan belum selesai,” kata Kang Emil di kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, Selasa (14/1).

Ia mengungkapkan kembali alasannya ingin mengkaji pemindahan pusat pemerintahan. Ia menyebut keberadaan kantor-kantor OPD yang terpisah-pisah membuat pelayanan tak optimal.

“Karena kantor dinas yang ada sekarang terpisah-pisah. Ada dinas di cimahi. Sehingga pelayanan gak maksimal, kota Bandung juga makin macet,” kata dia.

Menurutnya Kabupaten Bekasi menjadi percontohan pusat pemerintah yang ideal. Pihaknya berencana meniru perencanaan pusat pemerintah Kabupaten Bekasi.

“Contoh pusat pemerintahan yang efisien, baik tidak harus terlalu besar, itu Bekasi. Kami mau belajar dengan perencanaan pusat pemerintahan Kabupaten Bekasi,” ujar Kang Emil.

Sebelumnya,  Ridwan Kamil bersama DPRD Jabar telah sepakat untuk mengkaji wacana pemindahan pusat pemerintahan dan ibu kota Provinsi Jawa Barat. Ridwan Kamil mengatakan, wacana itu muncul sewaktu ia menggelar rapat pembahasan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jabar bersama Pansus VII awal pekan lalu.

“Kemarin RTRW Jabar sudah disahkan untuk sampai 2029. Di dalamnya Rebana sudah masuk kan, penataan jalur transportasi sudah masuk, termasuk persetujuan wacana pusat pemerintahan untuk dikaji dulu di beberapa lokasi,” ujar Emil.

Penentuan lokasi baru ibu kota Jabar terbuka untuk seluruh wilayah. Namun, saat ini ada tiga lokasi yang diusulkan, yakni di Tegalluar di Kabupaten Bandung, Walini di Kabupaten Bandung Barat, serta di sekitar wilayah Rebana (Cirebon, Patimban, Majalengka).

Tegalluar dan Walini sebelumnya masuk dalam kawasan pengembangan jalur kereta cepat Bandung-Jakarta. Sementara wilayah Rebana (Cirebon, Patimban, Majalengka) saat ini merupakan wilayah pengembangan ekonomi baru Jabar. (dtk/mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *