Empat Siswa Bogor Jadi Dalang Tawuran Maut

by -
DIGELANDANG: Sejumlah pelajar SMK di Kota Bogor digelandang aparat kepolisian lantaran terlibat aksi tawuran.

METROPOLITAN – Tawuran pelajar seperti tak henti-henti menghantui Kota Bogor. Layaknya cerita dalam novel, kasus tawuran pelajar kerap memiliki alur kisah dan keterbaruan. Tak terhitung lagi berapa banyak korban dan nyawa melayang, hanya untuk unjuk kebolehan dan keberanian di jalanan.

Namun pada akhirnya pelajar yang sok jago itu harus mendekam di balik jeruji besi, seperti empat tersangka dalang tawuran di Kota Bogor.

Dalam kurun waktu dua pekan terakhir, setidaknya ada enam korban. Satu orang tewas, satu lengannya buntung dan tiga lainnya mengalami luka sabetan senjata tajam. Pihak kepolisian mengaku kesulitan mengantisipasi tawuran antarpelajar ini karena terjadi pada dini hari.

Tak hanya itu, perjanjian antara dua kubu yang berseteru melalui aplikasi media sosial (medsos), ditambah dengan waktu tawuran yang tak biasa, juga disinyalir menjadi kendala.Minimnya pengawasan pihak kepolisian di tengah malam membuat waktu tersebut menjadi favorit para pelajar.

“Tren saat ini berbeda. Kalau dulu tawuran pelajar ketemu anak sekolah, langsung (tawuran, red). Kalau saat ini, mereka janjian. Artinya segala sesuatunya sudah direncanakan. Ini kesulitan kita. Kalau dulu itu tawuran pulang sekolah, atau waktu luang. Kalau sekarang tawuran itu jam 01:00 hingga jam 02:00 WIB. Ya mohon maaf, kita sedang tidur. Tentu sulit untuk mengantisipasi tawuran pelajar,” ujar Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser.

Dari tiga tawuran yang terjadi dalam kurun waktu satu pekan terakhir ini, Polresta Bogor Kota berhasil membekuk 20 diduga tersangka, dari tiga lokasi tawuran berbeda. Akibat tiga tawuran tersebut, sejumlah pelajar mengalami sejumlah luka bacokan, tangan putus hingga meregang nyawa.

Tawuran di kawasan Cimahpar, memakan tiga korban, dengan salah satunya mengalami putus tangan. Dari lokasi tersebut, pihak kepolisian berhasil mengamankan sembilan pelajar untuk kemudian ditahan dan dimintai keterangan di Polresta Bogor Kota.

Lokasi kedua di kawasan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, dan di Jalan RE Martadinata, Kecamatan Bogor Tengah. Di Tanah Baru, satu korban luka bacokan di bagian punggung. Polisi berhasil mengamankan tujuh tersangka di lokasi tersebut.

Sementara di Jalan RE Martadinata, Kecamatan Bogor Tengah, mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu luka berat. Dari lokasi tersebut, pihak kepolisian berhasil mengamankan empat orang untuk dimintai keterangan.

Atas peristiwa tersebut, para pelaku dapat terjerat Pasal 170 KUHP tentang bersama-bersama melakukan kekerasan terhadap orang yang menyebabkan luka, dengan ancaman pidana tujuh tahun lebih. Serta Pasal 351 Ayat 2, melakukan penganiayaan yang menyebabkan luka berat.

“Seluruh pelaku kita dapatkan di atas 14 tahun. Tetapi masih kategori anak. Karena mereka di bawah 18 tahun, sesuai dengan Undang-Undang 11 Tahun 2012 tentang peradilan anak,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana memantau selama 24 jam untuk mencegah hal itu terulang kembali. Pihaknya juga sudah menyiapkan tim cyber untuk memantau, memonitor dan melacak segala kemungkinan potensi adanya ajakan atau sebaran tawuran di medsos.

“Kita juga ada tim khusus cyber dari pemkot dan polres, yang akan memantau medsos. Kita akan pantau semua sebaran, ajakan untuk tawuran sebagai antisipasi awal,” tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menilai tawuran pelajar kini menjadi masalah serius bagi Pemkot Bogor. Sebab, banyaknya aduan dari masyarakat yang merasa terganggu atas tingkah urakan para pelajar Kota Bogor.

“Kami anggap ini masalah yang sudah serius. Kita melihat bukan karena peristiwa beberapa hari terakhir ini, tapi tren secara keseluruhan,” kata Bima saat memimpin rapat koordinasi.

Bima juga mendukung langkah aparat penegak hukum yang bakal menindak tegas pelajar yang kedapatan tengah melakukan tawuran.

“Kami mendukung petugas dalam mengambil langkah tegas dalam penegakan hukum agar ada efek jera,” ujarnya.

Bima juga mengaku tak segan akan memberi sanksi tegas kepada para pelajar dan sekolah yang terlibat tawuran sebagai efek jera, sesuai Peraturan Daerah (Perda) Ketertiban Umum Nomor 8 Tahun 2006.

“Siapa pun yang mengganggu ketertiban umum dan meresahkan warga, akan ada sanksinya. Baik kurungan maupun denda. Kami Pemkot Bogor akan bertindak sesuai dengan porsi kami, sesuai dengan peraturan yang ada dalam perda,” tegasnya.

Bukan hanya pelaku tawuran, Pemkot Bogor juga berencana memberikan sanksi untuk sejumlah sekolah yang kedapatan peserta didiknya terlibat tawuran, sebagai salah satu langkah memberikan efek jera kepada sekolah dan pelajar.

“Kami akan berikan rekomendasi kepada gubernur melalui KCD (Kantor Cabang Dinas, red) untuk sekolah yang langganan tawuran agar menjadi atensi hukum khusus. Entah itu diberikan hukuman atau pembinaan. Sejauh ini ada belasan sekolah yang sudah menjadi atensi kita. Rata-rata mereka ini SMK, baik swasta maupun negeri. Tapi ada beberapa SMA juga,” cetusnya.

Orang nomor satu di Kota Hujan itu juga berencana merekomendasikan sejumlah sanksi untuk pihak sekolah. Rekomendasi tersebut nantinya bakal diserahkan kepada provinsi untuk kemudian menjadi pertimbangan bagi setiap sekolah yang peserta didiknya terlibat tawuran.

“Ada beberapa opsi. Seperti disetop bantuannya, tidak diperbolehkan menerima peserta didik baru. Itu hanya opsi yang akan kita ajukan ke provinsi. Jadi tidak hanya punishment dan pembinaan saja, tapi harus tegas agar semuanya jera,” jelasnya.

Untuk menekan angka tawuran, sambung Bima, pihaknya juga berencana melakukan patroli selama 24 jam dengan melibatkan seluruh lapisan pemerintahan, mulai dari aparat kelurahan, kecamatan hingga instansi terkait lainnya.

Ia juga menginstruksikan kepada semuanya untuk tidak segan dan bertindak tegas jika mendapati kerumunan pelajar yang berkumpul di jalanan. Ia juga menyiapkan tim khusus cyber dari unsur pemkot dan kepolisian untuk memantau ajakan dan seruan tawuran di sejumlah medsos.

“Kita akan pastikan setiap kerumunan pelajar, kita akan bubarkan. Karena berpotensi dan rawan ke arah tawuran. Kita juga ada tim khusus cyber dari pemkot dan polres, yang akan memantau medsos. Kita akan pantau semua sebaran, ajakan untuk tawuran,” tandasnya. (ogi/c/mam/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *