Enam Pelajar SMA Jadi Grand Finalis Olimpiade Halal 2019

by -1 views
PENJURIAN: Juri Olimpiade Halal 2019 saat penjurian vlog siswa SMA di Global Halal Centre, Kota Bogor, kemarin.

METROPOLITAN – Animo pelajar untuk mengikuti Olimpiade Halal 2019 meningkat pesat. Menurut Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) sebagai penyelenggara, jumlah peserta Olimpiade Halal kali ini sudah melebih target.

Ketua Dewan Juri Olimpiade Halal 2019, Profesor Purwantiningsih, semakin banyak masyarakat yang memperhatikan dunia halal. Hal ini terlihat dari total jumlah peserta yang mencapai 19.698 orang dari 28 provinsi di Indonesia dan di lima negara luar negeri yaitu: Thailand, Singapura, Malaysia, Filipina, dan Pakistan.

 Rabu (22/1), ujian grand finalis Olimpiade Halal 2019 digelar pada di gedung Global Halal Center, Kota Bogor. Ini adalah tahapan akhir dari penentuan juara Olimpiade Halal 2019. Pada ujian ini, keenam grand finalis diminta untuk mempresentasikan vlog buatannya yang mengangkat tema Produk Halal Pilihan Generasi Millenial.

“Ke depannya kami berharap, para pemenang dapat menjadi kepanjangan tangan LPPOM MUI dalam sosialisasi dan edukasi halal di daerah masing-masing,” ujar perempuan juga menjabat kepala Bidang Penelitian & Pengembangan dan Persetujuan Bahan LPPOM MUI.

Adapun keenam grand finalis tersebut sebagaimana dikutip website resmi LPPOM MUI, Rabu, yaitu Aanisah Hani Shafina (MAN Insan Cedekia Batam, Kepulauan Riau), Bella Aprilianti (MAN 1 Manggar, Bangka Belitung), Indira Audreyna Mahsa (Sekolah Indonesia Bangkok, Thailand), Putra Rizky Wahyu Setyawan (SMAN 7 Denpasar, Bali), Rakean Radya Al Barra (SMAN 5 Bandung, Jawa Barat), dan Wildan Fauzy Maulana Hasyim (SMA PU Al Bayyan, Jawa Barat).

Pemenang akan diumumkan pada Senin, 27 Januari 2020 di website www.halalmui.org, Instagram @halalindonesia dan @halalmillenial, serta media cetak dan media online. Sebelumnya, keenam grand finalis mengikuti ujian tertulis yang juga diselenggarakan secara online. Kemudian mereka diminta untuk membuat sebuah vlog.

“Enam grand finalis ini dipilih tidak hanya berdasarkan penilaian dari vlog, tapi juga beberapa tes dan ujian sebelumnya. Setelah itu, kita melihat rata-rata dari semua nilai finalis. Dan muncul lah enam nama ini,” tutur Purwatiningsih. (hid/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *