Gapura Mangkrak, Bupati Semprot DPKPP

by -
MANGKRAK: Pembangunan gapura yang akan menambah keindahan di seputaran Jalan Pakansari terlihat mangkrak dan tidak ada pengerjaan

METROPOLITAN – Bupati Bogor Ade Yasin mengakui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sempat dinilai dan dievaluasi oleh pemerintah pusat kaitan reformasi birokrasi, diantaranya soal keterbukaan.

“Di era keterbukaan publik, kita dinilai belum ada, dianggap belum niat. Padahal niat sudah ada, hanya penyesuaian yang belum. Saya sempat dievaluasi soal itu,” katanya saat Rapat Reformasi Birokrasi, di Pendopo Cibinong, kemarin.

Reformasi birokrasi, sambung dia, berkaitan dengan strukturisasi. Dalam pelaksanaannya pun tidak boleh melenceng dari visi misi Pemkab Bogor hingga Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Ia menambahkan, keterbukaan publik bukan hal yang harusnya sulit dengan alasan banyaknya program yang ada di Pemkab Bogor.

“Daerah lain juga ada yang programnya banyak, tapi mereka bisa menerapkan keterbukaan publik,” tukasnya.

Lebih jauh, ia juga menyesalkan ada program yang ‘ujug-ujug’ ada dan terbangun. Seperti bangunan seperti gapura di simpang kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jalan Tegar Beriman dan simpang Stadion Pakansari menuju Jalan Alternatif Sentul.

“Ini jangan ada lagi di tahun depan, ketika ada program, lalu kita tidak tahu, tiba-tiba saja ada program itu dan jadi. Contoh kecil bangunan itu, kecil sih, tiang-tiang nggak jelas seperti gapura, yang sebetulnya nggak penting dan nggak perlu,” ketus AY, sapaan karibnya.

AY mengakui tidak tahu menahu soal pembangunan itu serta tujuan pembangunannya. Buatnya, jika melihat eksisting yang kini mangkrak dan tidak berlanjut, tidak cocok untuk pusat pemerintahan Cibinong. Lebih cocok jika dibangun di desa atau kecamatan.

“Kita kan sudah punya program penataan dan mempercantik ibukota Cibinong, prorgram City Beautification. Ternyata ada program yang nyelonong sendirian. Saya merasa aneh. Mata anggarannya tidak terlihat. Ini terus terang mengganggu visi misi program besar kita. Apa nggak tahu itu?” ucapnya.

Menurutnya, sepanjang jalan Tegar Beriman, pihaknya akan menata pedestrian agar lebih cantik.

Sehingga ketika ada bangunan tersebut, nantinya tentu akan dibongkar kembali dan menjadi pemborosan anggaran.

“Kita ingin pedestrian seperti Jakarta. Kalau mulai dibangun, masa itu kita bongkar lagi? Ini seperti tidak ada respek sama visi misi bupati, dan tidak ada koordinasi. Itu contoh kecil, saya harap itu nggak terulang lagi,” papar politisi PPP itu.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Juanda mengakui, jika pekerjaan yang kini terlihat tidak selesai itu ada di dinas yang dipimpinnya itu. Namun ia enggan menjelaskan lebih lanjut program yang mangkrak itu.

“Ini rencana gapura program luncuran Tahun 2020. Luncurannya Rp200 juta, untuk dua titik di Pakansari dan di depan Bapenda,” tuntasnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *