GTP Bakal Pidanakan Mal Boxies

by -7 views
CEK LOKASI: Komunitas GTP Kota Bogor melihat langsung lokasi penebangan pohon yang dilakukan oleh Mal Boxies 123 Tajur, kemarin.

METROPOLITAN – Komunitas Gerakan Tanam Pohon (GTP) Kota Bogor bereaksi keras terhadap dugaan tindakan penebangan pohon yang dilakukan oleh pihak mall Boxies 123 Tajur.

Pihak GTP pun melakukan peninjauan langsung ke lokasi mall Boxies, Senin (20/1). Inisiator GTP, Heri Cahyono, menegaskan, bahwa GTP menolak keras adanya penebangan pohon oleh pihak mall Boxies.

Kalaupun sudah mendapatkan izin, bukan dilakukan penebangan, tetapi harus di boiling pohonnya.

“Itu bukan memboiling, tapi mematikan pohon, itu berarti melanggar Perwali. Tidak boleh diarea pohon itu diaspal, harusnya diambil sama akar-akarnya ditanam ditempat lain,” ucapnya.

Terkait penebangan pohon, Heri menegaskan bahwa hal itu sangat melanggar aturan Perda dan bisa masuk kedalam kategori ranah pidana.

Konfirmasi dari Dinas Perumkim bahwa izin untuk melakukan penebangan pohon sudab kadaluarsa karena seharusnya dilakukan di bulan Desember 2019, sedangkan sekarang sudah masuk Januari dan sudah ada tindakan penebangan.

“Jelas bahwa itu melanggar Perwali dan melanggar surat izin dari Dinas Perumkim, itu sudah pelanggaran,” tegasnya.

Kegiatan yang dilakukan mall Boxies melakukan penebangan pohon merupakan tindak kejahatan dan harus diproses sesuai hukum berlaku.

“GTP tadi sudah melihat langsung kesana, dan sudah mengambil data data. Kita akan lakukan langkah hukum terhadap para pelaku kejahatan yang merusak lingkungan, bisa dilaporkan pidana nya nanti oleh GTP,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua GTP Irawati mengaku kecewa atas tindakan yang dilakukan oleh mall Boxies. Sebab, ia mendatangi langsung lokasi penebangan pohon.

“Kami menolak keras ditebangnya pohon pohon ini, tapi ternyata udah ada pohon yang ditebang. Kita sikapi soal ini,” ujarnya.

Ira bersama aktivis GTP lainnya langsung menemui pihak managrmen mall Boxies, seraya menegaskan bahwa GTP menolak penebangan pohon.

“Mereka menyampaikan bahwa sudah mengantongi perizinan dan ada di pusat, tapi kami belum melihat fisik surat izinnya. Yang jelas sudah ada penebangan pohon di lokasi. Seharusnya pohon itu dirawat dan dijaga dengan baik,” jelasnya.

Terpisah, GM mall Boxies, Jozarki Taruna Jaya berkilah bahwa pihaknya telah mendapatkan izin resmi dari Dinas Perumkim untuk melakukan penebangam pohon. Ada sebanyak 12 pohon yang sudah mendapatkan izin ditebang.

“Kami juga akan mengganti pohon pohon yang ditebang sesuai dengan perjanjian dengan Dinas Perumkim. Sekarang kami sedang mencari pohon dengan pengadaan sendiri,” ujarnya.

Ia mengatakan, pohon pohon yang ditebang itu karena menghalangi akses untuk pintu keluar dan masuk ke mall Boxies, sehingga harus ditebang atau dipindahkan.

“Dilokasi pohon yang akan ditebang itupun nantinya akan dibangun celukan dan untuk akses pintu masuk dan keluar kendaraan,” imbuhnya.

Terpisah, Walikota Bogor, Bima Arya mengaku belum mengeluarkan izin perihal penebangan pohon yang dilakukan oleh Mall Boxies 123

. Bima malah berharap, pihak Boxies tidak melakukan penebangan pohon, tetapi menggeser posisi pohon.

“Khusus untuk Boxies saya belum mengeluarkan izin dan saya minta Boxies tidak menebang itu, kalaupun diperlukan untuk akses transportasi seperti celukan dan lain-lain, desainnya menyesuaikan saja dengan pohon yang ada. Kalaupun desain itu memerlukan penyesuaian, ya pohonnya jangan ditebang, sebisa mungkin pohonnya tetep ada,” tegasnya.

Masih kata Bima, jika Boxies kedapatan melakukan penebangan, maka sanksi yang tertuang didalam Peraturan Walikota (Perwali) akan ditegakkan.

Sebab, Kota Bogor yang saat ini sedang menggaungkan semangat Kota Hijau harus didukung oleh semua pihak, tanpa terkecuali.

“Besok akan ada rapat kordinasi khusus, tapi saya sudah meminta dishub dan perumkim untum duduk bersama-sama dengan Boxies untuk mengatur itu tanpa mengorbankan pohon. Bagi kami, satu pohon itu penting,” pungkasnya.(dil/c/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *