Jembatan Kantalarang Putus, Warga Terpaksa Pakai Rakit

by
TINJAU: Camat Leuwiliang, Daswara Sulanjana, bersama sejumlah staf meninjau Jembatan Kantalarang yang putus dihantam Sungai Cikaniki awal Januari.

METROPOLITAN – LEUWILIANG Sejak Jembatan Kantalarang putus diterjang banjir Sungai Cikaniki, sejumlah siswa dan warga yang hendak ke Kecamatan Leuwiliang terpaksa mengunakan rakit bambu. Jembatan sepanjang 70 meter dengan lebar satu meter dan tinggi 8 meter merupakan akses penghubung Desa Leuwibatu, Kecamatan Rumpin dengan Desa Karehkel, Kecamatan Leuwiliang.

Warga Karehkel, Anis (43) mengatakan, sebelum Jembatan Kantalarang roboh diterjang banjir badang, kondisi jembatan terutama bagian alasnya yang terbuat dari papan sudah banyak yang rusak. Jembatan yang dibangun pada 1990 ini salah satu akses utama menuju Leuwiliang- Rumpin. Sejak dibangun, belum pernah diperbaiki Pemkab Bogor.

“Sejak jembatan roboh, warga terpaksa melintasi Sungai Cikaniki dengan mengunakan rakit. Saya berharap pemkab Bogor peka akan kebutuhan warga, dan segera membuatkan kembali jembatan penghubung dua kecamatan,” pintanya.

Hal senada dikatakan siswa SMP, Arif. Menurutnya, rasa takut memang selalu menghantui saat mengunakan rakit. Meski demikian, karena setiap hari melewati jalur tersebut dirinya sudah terbiasa.

“Kalau nggak lewat sini harus muter jauh. Yang ada bisa kesiangan berangkat sekolah di Leuwiliang,” terangnya.

Terpisah, Camat Leuwiliang Daswara Sulanjana, mengaku sudah melaporkan ke Sekda Kabupaten Bogor, Burhanudin. Untuk sementara ingin dibangun jembatan gantung, karena jembatan permanen butuh anggaran cukup besar.

Apalagi, sekarang ini tengah terjadi musibah bencana alam di empat kecamatan yang membutuhkan anggaran yang cukup besar. Jika melihat kebutuhannya, membangun jembatan gantung yang aman membutuhkan anggaran sekitar Rp600 juta.

“Intinya, kita sudah usulkan ke pemkab agar jembatan yang roboh dibangun kembali. Meningat, kebutuhan jembatan tersebut sangat urgen bagi warga di dua kecamatan,” ungkapnya.

Adanya warga yang memilih mengunakan rakit untuk menyebarangi Sungai Cikaniki, ia mengimbau lebih berhati- hati dan mengutamakan keselamatan.

“Ketika curah hujan tinggi dan Sungai Cikaniki deras, jangan mengunakan rakit dan memilih akses lain,” tukasnya. (ads/b/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *