Jembatan Paranje Terancam Putus

by -
BERBAHAYA: Jembatan Paranje di Kecamatan Rumpin kembali longsor. Kondisi badan jalan dan beberapa bagian konstruksi jembatan cukup mengkhawatirkan. Sebab, banyak bagian badan jalan dan konstruksi jembatan yang sudah retak.

METROPOLITAN – RUMPIN Cuaca ekstrim berupa intensitas curah hujan yang tinggi membuat beberapa bangunan infrastruktur terancam ambruk terbawa longsor.

Salah satunya longsor tambahan yang terjadi di Jembatan Paranje, Sungai Cigoha yang terletak di perbatasan antara Desa Cibodas dan Desa Rabak, Kecamatan Rumpin, kemarin.

Pantauan Metropolitan, kondisi badan jalan dan beberapa bagian kontruksi Jembatan Paranje memang sudah cukup mengkhawatirkan.

Banyak bagian badan jalan dan konstruksi jembatan yang sudah retak- retak dan potensi tanah longsor di beberapa bagian tebing sekitar area jembatan juga cukup besar.

Menurut warga Desa Rabak,  Hidayat (46), akibat longsor tambahan tersebut, kondisi jembatan Paranje semakin mengkhawatirkan. Padahal jembatan tersebut merupakan akses penghubung utama antara tiga wilayah kecamatan yaitu Rumpin, Leuwiliang dan Ciampea.

“Sejak satu bulan lalu, tanah di sekitar jembatan terbawa longsor dan belum ada perbaikan. Padahal jembatan ini sangat ramai dilewati kendaraan sepeda motor dan truk,” katanya.

Sebelumnya, Jembatan Paranje sempat mengalami longsor pada sekitar Agustus 2019. Akibat kejadian tersebut, sebagian badan jalan rusak terbawa longsor dan mengancam konstruksi jembatan yang baru diperbaiki tersebut. Camat Rumpin Rusliandi sudah melaporkan kondisi jembatan Paranje kepada Pemkab Bogor.

“Kondisinya sudah kami laporkan baik melalui lisan dan pesan media, maupun tertulis,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Ekbang Kecamatan Rumpin, Mulyadi mengaku sudah dua kali melayangkan surat usulan perbaikan jembatan tersebut ke Dinas PUPR Pemkab Bogor.

“Saat ini sudah dipasang spanduk informasi di beberapa titik strategis yang ada Desa Rabak dan Desa Cibodas. Isinya berupa imbauan agar kendaraan berat tidak melintas Jembatan Paranje,” pungkasnya. (sir/c/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *