Kala Polisi Salurkan Bantuan untuk Suami-Istri Tunanetra di Bandung

by -

METROPOLITAN РPasangan suami istri penyandang tunanetra Holik (51) dan Cucu Cahayawati (47) warga Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung berterima kasih kepada Kapolsek Pasirjambu AKP Asep Dedi saat diberikan satu paket sembako lengkap.

Ditemui di kediamannya yang berada di Jalan Neglasari, Desa Pasirjambu, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Rabu (22/1/2020) kedatangan Asep Dedi disambut oleh pasangan tunanetra ini. Meski tidak bisa melihat, keduanya sudah berdiri di depan rumah karena merasakan ada tamu yang datang ke rumahnya.

“Asallamulaikum,” kata Asep.

“Walaikumsalam,” timpal keduanya.

Holik dan Cucu merupakan warga tidak mampu, keduanya merupakan penerimaan manfaat program ‘Tabungan Masa Depan’ Polsek Pasirjambu. Seperti diketahui, dana untuk program ini berasal dari sumbangan anggota Polsek Pasirjambu yang dikumpulkan setiap hari, lalu disumbangkan dengan membuat 30 paket sembako yang bisa digunakan selama satu bulan bagi penerima manfaat.

“Pak Bu, ini ada sedikit sembako dari Polsek Pasirjambu, semoga bermanfaat bagi bapak dan ibu,” kata Asep.

“Terimakasih bapak dan ibu, terimakasih sekali,” ucap Holik.

Usai memberikan paket sembako di depan rumah bilik milik Holik yang kondisinya sudah usang, Asep dan rombongan Bhayangkari Polsek Pasirjambu dipersilahkan masuk ke dalam rumah. Di dalam rumah tersebut Asep berbincang dan menanyakan latarbelakang warganya itu.

Kepada Asep Holik mengaku baru dua tahun tinggal di Pasirjambu. Holik juga mengatakan, bila ia berasal dari Bogor dan Cucu merupakan istri keduanya karena istri pertama Holik sudah meninggal dunia.

Rombongan Polsek Pasirjambu, tercengang setelah mendengar pengakuan Holik, bahwa ia memiliki 10 orang anak.

“Lima anak bawaan dari saya dan lima anak dari istri saya. 10 anak itu sudah berkeluarga, hanya tinggal satu yang masih duduk di SD kelas empat. Mereka sudah berkeluarga, kalau yang SD ikut sama kakanya. Kami di sini hanya berdua, anak sesekali suka datang kesini,” ungkap Holik.

Meski mereka hidup berdua, Asep sangat mengapresiasi perjuangan hidup pasangan penyandang tunanetra ini. Pasalnya, seluruh kegiatan mereka lakukan berdua walau tidak bisa melihat.

“Masak bisa, ya karena sudah biasa jadi sudah tahu seperti apa-apa. Bahanya saya beli ke pasar, jalannya sudah tahu karena sudah terbiasa juga,” ujarnya.

Pengakuan itu membuat hati Asep dan rombongannya terenyuh. Pasalnya, di tengah keterbatasannya mereka bisa bertahan hidup.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, pasangan tuna netra ini membuka praktek pijat di rumahnya. Pasien pria ditangani Asep dan wanita ditangani oleh Cucu.

“Pekerjaan mijet, sudah lama saya membuka jasa pijat, belajar pijat waktu pas SLB akhir (setara SMA). Istri juga sama. Alhamdullilah penghasilan ada hanya untuk makan mah,” jelasnya.

Selain diberikan sembako, Holik dan Cucu juga diberikan pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan Dokpol Polresta Bandung. Dokter memeriksa kondisi kesehatan keduanya.

Selain itu juga, Kapolsek Pasirjambu AKP Asep Dedi akan memberikan bantuan perbaikan rumah miliki Holik. Pasalnya, kondisi rumah Holik sudah sangat mengkhawatirkan.

“Mereka tinggal di tanah milik PT KAI, meski begitu kami akan bantu perbaiki rumahnya, pasalnya rumah mereka sudah dalam keadaan rusak dan kami mengkhawatirkan keselamatan mereka. Dikhawatirkan karena bangunan rumah sudah usang dan banyak kayu yang lapuk rumah itu roboh,” kata Asep.

Asep berujar, ‘Tabungan Masa Depan’ itu digulirkan bertujuan agar seluruh anggotanya bisa membagikan sedikit rezeki untuk saudara-saudaranya yang membutuhkan.

“Saya ajak mereka untuk berbagi, berbagi dengan saudara-saudaranya yang membutuhkan. Penyaluran sembako ini dilakukan sebulan sekali dengan jumlah sembako 30 paket,” sebutnya.

“Mudah-mudahan banyak masyarakat lain yang tergugah hatinya dan sama-sama bisa berbagi. Ya mudah-mudahan ke depannya dari 30 paket bisa menjadi 50 paket bahkan 100 paket,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *