Kemenkop UKM Dukung Larangan Kantong Plastik

by -
BELANJA TANPA PLASTIK: Sejumlah warga saat menunjukkan kantong belanja hasil kerajinan produk UMKM.

METROPOLITAN – Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) mendukung kebijakan pelarangan kantong plastik di pusat perbelanjaan. Aturan ini dianggap bisa mendorong pertumbuhan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Justru positif larangan kantong plastik itu. Kedua, ini justru mendorong kembali produk UMKM,” ujar Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, di Jakarta, Senin (13/1).

Menurutnya, pelaku UMKM yang berfokus pada produksi kerajinan akan terdorong membuat produk pengganti kantong plastik.

“Karena nanti kembali lagi kemasannya pakai daun pisang, lalu misalnya tas dari keranjang bambu atau pandan, terus kerajinan itu justru mendorong produk UMKM,” katanya.

Teten menegaskan, pemerintah mesti konsisten dalam menerapkan aturan itu. Sebab, demand atau permintaan masyarakat atas kantong pembungkus dari kerajinan UMKM akan meningkat jika penerapan pelarangan kantong plastik itu berjalan secara kontinu.

“Kalau ada demand, pasti produk itu (kerajinan UMKM, red) naik lagi. Saya kira pemanfaatan, daun jati itu kan tidak terpakai padahal bisa dipakai pembungkus makanan. Itu menggairahkan UMKM,” ujarnya.

Seperti diketahui, sebelumnya Pemerintah DKI Jakarta telah mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan.

Pergub yang ditandatangani Anies Baswedan pada 27 Desember 2019 itu melarang penggunaan kantong plastik bagi seluruh pelaku usaha, seperti Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan dan Pasar Rakyat.

Bukan hanya DKI Jakarta, beberapa daerah lain di Indonesia pun sudah lebih dulu menerapkan larangan penggunaan kantong plastik di pusat perbelanjaan. Di antaranya Banjarmasin, Balikpapan, Bogor dan Denpasar. (*/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *