Kobe Bryant Jadi Korban Kemacetan Lalu Lintas LA

by -2 views

METROPOLITAN – Tim penyelidik Amerika Serikat sedang bekerja untuk menentukan penyebab kecelakaan helikopter yang menewaskan bintang basket, Kobe Bryant, di California pada hari Minggu.

Sembilan orang yang berada di dalam helikopter tewas, termasuk putri Bryant yang berusia 13 tahun, Gianna.

Tim penyelidik diperkirakan akan memfokuskan penyelidikan pada kondisi cuaca yang berkabut dan menitikberatkan kepada masalah mesin yang kemungkinan menjadi penyebab kecelakaan.

Bryant dianggap sebagai salah satu pemain terhebat dalam sejarah olah raga bola basket.

Kobe Bryant bermain selama 20 tahun untuk Los Angeles Lakers. Dia pensiun pada April 2016.

Pencapaiannya meliputi penghargaan pemain terbaik (MVP) NBA pada 2008 dan dua kali pemain terbaik pada putaran final NBA.

Dia juga pernah dua kali tampil sebagai pencetak skor terbanyak NBA dan dua kali menjadi anggota tim basket AS peraih medali emas Olimpiade.

Pada 2006, dia mendulang 81 angka saat melawan Toronto Raptors, rekor kedua tertinggi sepanjang sejarah NBA dalam satu pertandingan.

Di luar lapangan bola basket, dia meraih Piala Oscar pada 2018 untuk Dear Basketball, film animasi singkat berdasarkan surat cintanya kepada olah raga bola basket yang dia tulis pada 2015.

Setelah kematiannya, para penggemarnya, termasuk sesama pebasket dan tokoh publik dari seluruh dunia, mengungkapkan duka.

Pada Senin pagi dini hari, para penggemarnya berkumpul dan memberikan penghormatan di depan stadion Lakers di Staples Center, Los Angeles.

Di Italia, penghormatan dilakukan dengan mengheningkan cipta

“di semua laga bola basket selama sepekan”.

Bryant menghabiskan sebagian masa kecilnya di negara itu ketika ayahnya bermain di liga bola basket Italia.

Apa yang akan menjadi fokus tim penyelidik?

Tim penyelidik dari Badan Penerbangan Federal AS (FAA) dan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) berkumpul di lokasi kecelakaan untuk memulai proses penyelidikan secara terpisah, demikian sejumlah laporan menyebutkan.

Sementara, agen federal memiliki tim yang terdiri dari sekitar 20 orang di Los Angeles dan akan bekerja dengan FAA, pabrik helikopter dan perusahaan yang membuat mesinnya, kata Washington Post.

Tim penyelidik mulai melakukan penelitian di reruntuhan helikopter pada Senin.

Biro Penyelidikan Federal Amerika Serikat (FBI) membantu tim NTSB mendokumentasikan lokasi kejadian, yang merupakan prosedur standar, tambahnya.

Pesawat helikopter – Sikorsky S-76B – jatuh di kawasan terpencil di kota Calabasas di sebelah barat kota Los Angeles, pada Minggu pagi pukul 10:00 waktu tempat.

Kondisi di lokasi kejadian berkabut ketika helikopter lepas landas, dan kepolisian setempat harus membatalkan penerbangan dengan helikopter karena cuaca buruk.

Namun demikian, pengendali lalu lintas penerbangan pada hari Minggu memberikan izin khusus kepada pilot helikopter untuk terbang dalam cuaca yang kurang bagus, lapor CNN.

Para pilot dapat mengalami “disorientasi spasial” ketika mereka terbang dalam kondisi berkabut, karena terbatasnya pandangan, kata Thomas Anthony, direktur Program Keselamatan dan Keamanan USC Aviation, kepada BBC.

Tetapi, dia menambahkan bahwa “tidak pernah ada faktor tunggal penyebab kecelakaan pesawat

“, dan tim penyelidik perlu melihat “hal-hal apa yang datang bersamaan yang menyebabkan kecelakaan tragis ini”.

Helikopter S-76 adalah “pesawat helikopter canggih yang digunakan secara luas di seluruh dunia

“, katanya, seraya menambahkan bahwa pesawat itu memiliki dua mesin jet, yang memberikannya kemampuan terbang, bahkan jika salah-satu mesinnya berhenti bekerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *