Komisi IV DPRD Sidak RSUD Kota Bogor

by -
SIDAK: Komisi IV DPRD Kota Bogor saat sidak ke RSUD Kota Bogor, kemarin

METROPOLITAN – Banyaknya aduan dari masyarakat berdasarkan hasil reses yang dilakukan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, membuat Komisi IV melakukan sidak ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor.

Sidak itu pun dipimpin Ketua komisi, Ence Setiawan. Seluruh anggota komisi IV mengecek pelayanan yang ada. Mulai dari sistem administrasi, alat kesehatan (Alkes) sampai ketersediaan kamar bagi para pasien.

Setelah berkeliling selama kurang lebih 30 menit, Ence menyimpulkan bahwa pelayanan yang diberikan oleh RSUD Kota Bogor sudah mengalami peningkatan. Hal tersebut terlihat dari sedikitnya pasien yang menumpuk di ruang IGD.

“Jadi memang hasil reses kami itu ada tiga masalah utama. Yaitu ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Jadi masyarakat dibawah ini keluhannya itu,” kata Ence kepada Metropolitan, kemarin (15/1).

Dilokasi yang sama, Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor Saeful Bakhri menambahkan. Kegiatan sidak yang dilakukan olehnya dan anggota lainnya merupakan program kerja dan agenda rutin yang akan terus dilakukan oleh komisi IV, terutama terkait dengan layanan dasar masyrakat.

“Tadi kami memantau seluruh ruangan, dan alur pelayanan pasien, mulai dari pendaftaran di IGD sampai ke ruang rawat inap. Terutama, untuk pasien BPJS dan Gakin sampai ke poli dan instalasi pengambilan obat serta SDM yg dimiliki, semuanya baik, tapi memang ada beberapa catatan,” ujarnya.

Beberapa catatan yang ia tinggalkan untuk para jajaran direksi RSUD adalah, harus dijaganya ketersediaan obat, lalu proses administrasi yang tidak tebang pilih, masalah kesiap siagaan ambulance juga tidak luput dari catatannya.

Masih kata Saeful, ia dan anggota komisi IV lainnya juga ingin memastikan bahwa kedepan setelah adanya gedung baru beroperasi, maka tidak ada lagi antrian pasien yang mengurai sampai dilorong-lorong RSUD.

“Selain itu, RSUD Kota Bogor juga bisa membangun konsep wisata medis, speerti yang ada di negara Singapur, Malaysia, dan Thailand. Dengan fasilitas sebaik ini saya pikir RSUD Kita Bisa,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUD Kota Bogor Ilham Chaidir dan Wakil direktur RSUD Kota Bogor R Anan Hidayat yang menemani anggota dewan yang terhormat menjawab beberapa keluhan dan saran yang diberikan kepadanya.

Ilham sendiri mengaku kalau masalah membludaknya pasien memang tidak bisa terhindarkan. Tercatat, 60 persen pasien yang datang ke RSUD Kota Bogor merupakan warga dari Kabupaten Bogor.

Walaupun sudah seringkali menganjurkan rujukan kepada pasien yang datang, ia mengatakan kalau para pasien tidak ada yang mau mengikuti anjurannya untuk dirujuk ke RS lain selain di RSUD.

“Saya pengennya kita bisa memberikan pelayanan sesuai standar, tapi pada kenyataannya saat pasien full, kita tidak bisa menolak. Normalnya itu kan IGD menampung 19 pasien, nah kalau lagi full bisa sampai 50 pasien. Kita harapkan rs lain bisa berkontribusi, tidak hanya numpuk di RSUD,” katanya.

Gedung baru yang akan memiliki fasilitas rawat inap untuk kelas III, nantinya akan memiliki jumlah 264 ruang kamar. Hal tersebut juga akan menjadi salah satu solusi bagi menumpuknya pasien yang ada di RSUD Kota Bogor.

Selain itu, pria yang akrab disapa Ilham ini mengaku pihaknya mendapatkan bantuan sebesar Rp55 miliar dari Bantuan Provinsi yang diperuntukkan penambahan dan pengelolaan alat kesehatan. Baik tunuk pelayanan kesehatan spesialis dan non spesialis.

“Bisa kami gunakan untuk membeli alat bedah, alat radiologi yang lebih canggih dan meningkatkan kualitas pelayanan,” jelasnya.

Menjawab tantangan dalam hal peningkatan atau evolusi pelayanan, Ilham mengatakan saat ini pihaknya sedang menyiapkan sebuah sistem online baru yang akan segera diluncurkan pada tahun ini.

Dalam sistem online tersebut, RSUD Kota Bogor akan bekerjasama dengan berbagai aplikasi ojek online.

“Karena kami memiliki fasilitas terlengkap, jadi kami akan meningkatkan inovasi pada sistem pelayanan. Dimana nantinya para pasien bisa mendapatkan obat tanpa perlu mengantre di poli, cukup tunggu dirumah maka ojek online akan mengantar obatnya,” tandasnya. (dil/c/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *