Kontraktor ‘Tantang’ Laporan Hasil Temuan BPK

by -619 views
POLEMIK: Situ Plaza Cibinong nampaknya tinggal menunggu hasil penyelidikan BPK.

METROPOLITAN – Sekelumit persoalan pada proyek pembangunan Situ Plaza Cibinong belum menemui titik terang. Kejanggalan pada proyek Rp7,2 miliar mulai dari tiang pancang yang tidak sesuai desain, sampai jadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), menimbulkan tanda tanya soal keseriusan kontraktor dan dinas terkait.

Kini publik menunggu bagaimana hasil penyedilikan dari BPK, untuk memberikan kejelasan dan rasa aman pada proyek ruang publik yang dibangun sejak Juli 2019 itu.

Menanggapi persoalan pada proyek yang dikerjakan, Pelaksana Harian PT Sinar Cempaka Raya Dodi Setiawan pun membenarkan adanya temuan dari BPK pada proyek tersebut.

Namun ia enggan berandai-andai apa yang akan dilakukan jika belum ada turun Laporan Hasil Penyelidikan (LHP) secara resmi dari lembaga tersebut.

“Soal BPK, posisi kami menunggu saja, menunggu LHP-nya keluar. Ibarat kasus OTT, ya kan nggak bisa asal tangkap. Ada prosedurnya, demikian juga BPK,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

Namun ia mengklaim, jika pun ada temuan, tidak terkait dengan anggapan tiang pancang yang terlihat miring. Sebab, tiang miring tersebut sudah melalui tahapan pemeriksaan konsultan PT Wika, dan disebut aman kalaupun berdiri 2.000 orang diatasnya.

Secara teknis, tiang yang miring merupakan efek dari kedalaman yang tidak sesuai dengan tinggi tiang pancang, sehingga mesti sliding atau agak miring karena tidak bisa lagi menembus tanah dasar danau.

Meski begitu, ia sesumbar jika Situ Plaza aman meskipun diduduki ribuan orang. Selain itu, proyek yang menelan waktu 150 hari kalender itu sudah diserah terimakan kepada Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, dan tinggal memasuki masa pemeliharaan enam bulan kedepan.

“Saya berani jamin itu. Karena dari hitung-hitungan juga sudah aman. Dibuktikan konsultan. Saya meyakini kalau ada temuan pun bukan disitu. Yang jelas kami tunggu saja lapotan dari BPK, baru ada tindakan. Ada ungkapan DED-nya nggak beres, ya itu sudah pernah kami ekspos didepan dewan dan pemda, jadi ya tunggu saja LHP dari BPK,” tuturnya.

Sebelumnya, DPRD Kabupaten Bogor pun mendesak dinas terkait untuk menjabarkan laporan terkait proyek tersebut, baik hasil temuan BPK hingga proses penyelesaian pembangunan.

Menurut anggota DPRD Kabupaten Bogor Ferry Roveo Checanova, secara kasat mata, memang pekerjaan disebut sudah selesai. Namun ia tidak mengetahui permasalahan serah terima pekerjaan, soal pembayaran hingga temuan BPK.

“Kita belum dapat laporan itu,” katanya.

Ia juga menyayangkan tiang pancang yang miring dan tidak sesuai dengan Detail Engineering Design (DED), seperti diungkapkan Badan Perencanaan Pengembangan Daerah dan Penelitian Pembangunan (Bappedalitbang).

“Ya iya nggak sesuai DED, orang di desainnya lurus, dipasang miring,” tukasnya. (ryn/b/yok)

Loading...