Maafkan Anak Saya…

by -13 views
TERGULING: Bus pariwisata rombongan Depok terguling di Kampung Nagrog, Desa Cisaat, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Sabtu (18/1).

METROPOLITAN – Tidak hanya ibu-ibu rombongan asal Depok yang menjadi korban bus maut di turunan Palasari, Kampung Nagrog, Desa Cisaat, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, pada Sabtu (18/1). Salah seorang warga Bogor rupanya menjadi korbanya. Ya, Dede Purnama (41) yang tak lain sopir rombongan asal Depok tersebut.

Dede tercatat sebagai warga di kampung Cikuda RT35/16, Desa Bojongnangka, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor. Bus yang dikendarai Dede itu melaju dari arah tangkuban perahu menuju Depok. Namun nahas diperjalanan bus yang dikendarainya tersebut oleng yang mengakibatkan delapan orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Risa (63) ibunda Dede mengucap maaf kepada seluruh penumpang bus pariwisata yang menjadi korban dalam kecelakaan itu, meski putranya itu ikut menjadi korban meninggal dunia.

“Minta dimaafin anak saya, kepada korban yang banyak. Bukan kemauan anak saya. Saya minta anak saya dimaafin dari semua korban,” kata Risa, Minggu (19/1).

Dengan matanya berkaca-kaca menahan tangis, Risa mengungkap bahwa Dede merupakan tulang punggung keluarga yang selama ini membiayai 6 orang anak dan seorang istri dari pekerjaan supir bus pariwisata.

“Ini musibah, bukan kepengen anak saya. Mudah-mudahan lancar semua. Jangan ada halangan apapun,” kata Risa.

Anak sulung Dede, saat ini duduk di bangku SMA. Namun, dia juga meninggalkan anaknya yang masih berusia 4 bulan.

“Almarhum meninggalkan 6 anak. Yang paling gede sudah SMA. Paling kecil baru umur 4 bulan,” katanya.

Dia menjelaskan, almarhum Dede dimakamkan sekitar pukul 10.00 WIB di pemakaman umum tak jauh dari rumahnya.

Sementara itu, kecelakaan tersebut membawa duka yang mendalam bagi Edi Supriatna, Eni Indriyani sang istri harus menjadi salah satu korban kecelakaan bus yang terjadi di Subang itu. Edi Supriatna mengaku kaget saat diantar polisi melihat wajah jenazah istrinya yang kondisinya mengenaskan.

“Saya dianterin polisi sana ke ruang mayat jenazah. Bapak mau liat istrinya? namanya Eni, tapi kuat pak? kuat. Ternyata pas itu istri saya dibuka mukanya ternyata memar mukanya terus banyak tanahnya,” kata Edi menceritakan ulang percakapan di rumah duka jalan Pala Bali, Pondok Terong, Cipayung, Depok, Minggu (19/1).

Edi mengatakan mendapat informasi istrinya kecelakaan dari mantan RW tempat tinggalnya saat masih berada di kantor. Setelah mendapat kabar, Edi bergegas pulang dan menuju rumah sakit untuk mengecek kondisi istrinya.

“Jadi mantan RW itu taunya dari istrinya telepon pake punya orang karena teleponnya ilang, bahwa kejadiannya itu di Subang. Pak Edi dimana? kerjaan, yaudah saya tungguin. Saya langsung pulang tuh naik kereta, langsung sampai sini langsung berangkat,” ujarnya

Saat di perjalanan menuju rumah sakit, Edi tidak mengetahui kondisi terbaru istrinya meninggal.

“Berangkat itu istri saya meninggal saya ga tau. Saya berharap ya selamat lah. soalnya kalau mantan Bu RW udah ketahuan. Tapi tau-tau di pertengahan jalan udah deket Subang banyak share-an, share kecelakaan itu. Ada tulisan kalau yang meninggal 8 orang. Saya liat di no 8 istri saya Eni,” ungkapnya. (dtk/pjs/mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *