Melihat Ritual Memandikan Patung Dewa-Dewi di Vihara Dhanagun Jelang Imlek

by -

METROPOLITAN.id – Tahun Baru Imlek 2571 yang jatuh pada 25 Januari 2020 menjadi momen yang dinantikan warga keturunan Tionghoa di Kota Bogor. Berbagai persiapan dilakukan, termasuk menggelar ritual-ritual sakral.

Salah satu ritual sakral yang bisa dilihat adalah prosesi memandikan rupang atau dikenal dengan patung dewa-dewi.

Prosesi ini dilakukan di Vihara Dhanagun, Jalan Suryakancana Kota Bogor, Minggu (19/1). Sebanyak 50 rupang dimandikan bertepatan dengan tanggal 24 sesuai penanggalan lunar.

Di tanggal tersebut, para dewa-dewi dipercaya sedang naik ke langit.

Sebelum melakukan ritual pemandian, umat Tridarma diwajibkan melakukan penyucian diri dan sembahyang terlebih dahulu.

Menurut kepercayaan, di dalam patung bersemayam ruh dewa-dewi suci. Para pemandi rupang yang ditunjuk pengurus Vihara juga harus dalam keadaan bersih dan suci.

Usai sembahyang, patung-patung dewa dikeluarkan untuk dibersihkan dan dimandikan secara bersama-sama.

Pemandian rupang dilakukan dengan cara membasuh patung dengan air campuran bunga mawar, melati, gading dan minyak cendana.

 

Prosesi pemandiannya dilakukan dengan membagi tiga kelompok. Rupang pertama yang berada di ruang utama, rupang kedua di ruang naga hijau dan rupang ketiga di ruang macan putih.

Rupang di ruang utama terdiri dari Hok Tek Tjeng Sing, Kwan Im Po Sat dan Kwan Seng Tek Kun.

Rupang di ruang naga hijau yakni Tee Tjung Ong Pho. Sementara rupang di ruang macan putih yakni patung How Ciong Kun dan Kong Tek Tjun Ong yang dianggap sebagai dewa-dewi berkedudukan tinggi.

Ritual ini merupakan wujud rasa bakti etnis Tionghoa kepada leluhurnya.

“Sebelum pembersihan, dilakukan sembahyang dulu. Nanti kalau sudah selesai dibersihkan kita sembahyang lagi untuk memberitahukan pembersihan sudah selesai,” kata Wakil Ketua Yayasan Vihara Dhanagun, Frankie Sibbald. (ogi/b/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *