‘Mendadak Miskin’ Landa Warga Korban Bencana

by -

METROPOLITAN – Bencana banjir dan tanah longsor yang menerpa sebagian besar wilayah barat Kabupaten Bogor, rupanya menyisakan banyak Pekerjaan Rumah (PR) besar, baik perbaikan infrastruktur maupun persoalan sosial.

Sebab, banyak korban terdampak yang ‘menjadi miskin’ lantaran rumah dan harta bendanya raib ditelan bencana.

Alhasil, jumlah penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Bogor pun dipastikan membludak lantaran potensi pertambahan dari warga terdampak bencana.

Hingga saat ini, dari data Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor, penerima PKH ada sekitar 129 ribu penerima.

Pemerintah pusat melalui Kementrian Sosial pun mengaku siap untuk penambahan tersebut. Namun, jumlah tersebut harus berasal dari usulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

“Ada beberapa titik yang cukup parah, Jika memang ada keperluan bantuan bantuan tambahan, kami siap bantu. Tapi karena ini masih belum selesai pendataan, kita tunggu itu. Kan mungkin ada yang jatuh miskin. Ya Kami tunggu dari permintaan dari Pemkab Bogor. Yang jelas itu kewajiban kita, baik pemda atau Kemensos,” kata Menteri Sosial RI Juliari P Batubara saat ditemui Metropolitan, kemarin.

Ia mengakui hal itu harus dilakukan mengingat dampak bencana yang luar biasa, seperti beberapa titik di wilayah Sukajaya dan wilayah lainnya di barat Kabupaten Bogor itu.

Seperti saat dirinya meninjau langsung lokasi bencana ke Sukajaya, bersama Presiden Joko Widodo, beberapa waktu lalu.

“Saya melihat langsung saat meninjau dengan pak presiden wilayah tersebut cukup parah. Saya kira perlu difokuskan pembenahan di daerah tersebut,” tukasnya.

Yang jelas, kata dia, Kemensos siap memberikan bantuan sesuai antuan permintaan dari pemkab. Termasuk tambahan jumlah PKH.

“Anggarannya bisa atur dan saya kira itu tidak terlalu masalah selama datanya ada. Itu datanya dari Pemkab Bogor ya. Setelah masuk, kemudian kita kasih pastinya,” papar Juliari.

Sementara itu, Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan mengamini apa yang diucapkan Mensos. Menurutnya, dampak dari bencana yang terjadi di awal tahun itu, Pemkab Bogor akan mengajukan jumlah penerima PKH kepada Kemensos. Itu diluar jumlah ajuan yang direncanakan sebelumnya.

“Untuk terdampak bencana, memang terindikasi banyak warga yang bisa jadi jatuh miskin usai terdampak bencana banjir dan tanah longsor. Selain itu, kami memang ingin ada peningkatan bantuan PKH, sekitar dua kali lipat dari sebelumnya,” terang politisi Gerindra itu.

Namun, ia mengakui jumlah usulan ke kementrian masih terkendala pendataan jumlah warga terdampak, yang hingga kini masih berjalan.

Apalagi, pemkab memperpanjang masa tanggap darurat bencana hingga 30 Januari mendatang. Artinya, ada penambahan dari jumlah penerima saat ini, yakni sekitar 129 ribu penerima.

“Kami masih lakukan pendataan. Kan ada perpanjangan tanggap darurat bencana juga sampai akhir Januari ini. Setiap hari kita data on progres, ya mudah-mudahan segera selesai dan ada jumlah usulan. Kita nggak mau salah sasaran penerimanya,” tuntas Iwan. (ryn/c/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *