Menjaga Konservasi dan Kekayaan Hayati

by -22 views
SINERGI: Jajaran LIPI dan BOD PT Mitra Natura Raya saat jalan santai di lingkungan KRB, kemarin.

METROPOLITAN – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ingin memaksimalkan fungsi edukasi wisata atau eduwisata di Kebun Raya Bogor (KRB). Dengan catatan, fungsi eduwisata harus tetap memperhatikan konservasi atau tidak merusak keanekaragaman hayati.

Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko, mejelaskan, kebun raya merupakan wahana untuk riset nomor satu. Akan tetapi, ada manfaat lainnya yang juga harus digali seperti sisi edukasi dan wisata kepada masyarakat atau eduwisata.

“Memang ada fungsi untuk edukasi kepada masyarakat mengenai kekayaan hayati disini, sehingga kita harus menjaga ini,” kata Handoko saat jalan pagi bersama jajaran LIPI dan BOD PT. Mitra Natura Raya, (14/1).

Menurutnya, kebun raya memiliki lima fungsi. Yakni fungsi riset, konservasi, pendidikan, wisata, dan jasa lingkungan. Lima fungsi tersebut harus dijaga secara menyeluruh agar bisa memberikan kontribusi yang bermanfaat.

Meski demikian, Handoko mengaku semua fungsi tersebut tak bisa dipegang LIPI seorang diri. Perlu ada mitra yang membantu LIPI agar semua fungsi berjalan maksimal.

“Kami menyadari jika tidak memiliki kapasitas dan kompetensi memadai untuk menjaga seluruhnya di lima fungsi itu, karena harus fokus ke fungsi konservasi dan riset. Sisanya kami mengajak mitra agar bisa memberikan layanan sesuai level global kebun raya,” ungkapnya.

Handoko berharap, mitra yang digandeng bisa semakin mengembangkan kebun raya. Kehadiran mitra harus bisa membantu LIPI memaksimalkan sisi edukasi dan wisata agar bisa dinikmati semua kalangan.

“Harapan kami mitra bisa mengembangkan berbagai variasi. Pengunjung yang datang ke kebun raya belum banyak, karena even belum banyak. Dengan keterlibatan mitra, harus bisa lebih banyak yang bisa digali, agar bisa memberikan edukasi dari berbagai sisi, dan tentunya untuk semua kalangan,” tandas Handoko. (dil/c/yok)

Loading...