Pelajar Bawa Sajam Ditangkap Sebelum Tawuran

by -
DIBINA: Belasan siswa SMP dibina anggota koramil usai tertangkap tangan hendak tawuran di TPU Blender, Kelurahan Kebonpedes, Kecamatan Tanahsareal, kemarin.

METROPOLITAN – Sebanyak 20 pelajar dari berbagai sekolah madrasah tsanawiyah (mts) dan SMP Kota Bogor berhasil diamankan. Pelajar yang berkumpul di TPU Blender, Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, selepas solat jumat, membuat warga curiga dan resah, sehingga melaporkan keberadaan anak-anak usia tanggung ke ini ke pihak berwajib.

Babinsa Kelurahan Kebon Pedes, Serda Putu Suryajaya, yang mendapati laporan, langsung meluncur ke TKP dan mencoba untuk membubarkan para pelajar. Belum sempat memberikan teguran, para pelajar langsung kalang kabut melarikan diri.

Merasa curiga, Putu pun mengejar para pelajar dan dibantu oleh warga. Dari 20 orang pelajar, tiga orang diantaranya melarikan diri dan di kejar oleh warga.

“Setelah kami tangkap semua, kami pun melakukan penggeledahan terhadap tas dan barang bawaan mereka,” kata Putu.

Dari hasil penggeledahan, ia mendapati empat buah senjata tajam jenis celurit dan satu botol miras ciu yang sudah diminum. Ia pun melakukan interogasi dan pengarahan serta hukuman berupa push-up, sit-up dan jalan jongkok kepada para pelajar ini.

“Hasil interogasi, mereka berniat tawuran di Kedung Halang. Tapi karena hujan, mereka pun tidak jadi berangkat dan memilih berteduh dibawah di TPU Blender. Kegiatan anak-anak ini sudah sangat meresahkan warga, maka dari itu kami melakukan tindakan pengamanan,” jelas Putu.

Setelah selesai dengan semua hukuman, anak-anak SMP yang gagal tawuran ini pun dibawa oleh Satgas Pelajar ke Disdik Kota Bogor untuk dilakukan pendataan dan pembinaan lebih lanjut.

Berdasarkan pengakuan para pelajar, mereka berasal dari Mts. Sirojulmunir, SMP Tri Dharma 1, SMP Al- Gozali dan Mts. Nurusidiah.

Salah satu warga RT 03/09 Kelurahan Kebon Pedes, Nia (48) mengaku resah dengan kehadiran anak-anak yang sering nongkrong di sekitaranTPU.

“Biasanya suka sampe malam. Tapi mereka biasanya nongkrong di pinggir rel dulu, baru ke TPU. Suka bawa miras mereka juga ke TPU,” ucap Nia.

Berdasarkan hasil pemetaan, Kapolsek Tanah Sareal, AKP Sarip Samsu menerangkan terdapat 11 titik yang biasa dijadikan tempat nongkrong bagi para pelajar. Untuk tindakan pengamanan lebih lanjut, AKP Sarip Samsu mengaku akan meingkatkan ptaroli di wilayah Kebon Pedes.

“Kami mencoba semaksimal mungkin untuk mengamankan wilayah dan selalu memberikan imbauan kepada para pelajar yang nongkrong, agar tidak sampai larut malam. Kepada para masyarakat kami juga membuka jalur aduan, bisa melalui Bhabinsa atau Bhabinkamtibmas,” pungkasnya.(dil/c/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *