Pembangunan MRT Fase II Dimulai

by -
BEROPERASI: Salah satu transportasi anyar Ibu Kota, MRT, tengah beroperasi.

METROPOLITAN – Proyek Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta fase II rute Bundaran HI-Monas sepertinya mulai dibangun. Pada fase II ini jalur MRT dibangun di bawah tanah, sehingga akan dibangun terowongan. Ratusan pohon dikawasan Monas pun mulai ditebang.

Direktur Utama (Dirut) PT MRT Jakarta William Sabandar menjelaskan pelelangan rute tersebut masuk dalam paket CP201.

“Sudah jalan prosesnya. Kita berharap paket CP201 mulai di bulan Maret,” kata William di Kementerian BUMN.

Sementara itu, proses pelelangan paket lainnya yakni CP202-203 akan berjalan juga tahun ini.

“201 sudah selesai, jadi tinggal berjalan. 202-203 akan berjalan,” paparnya.

Perlu diketahui, secara keseluruhan proyek MRT fase II ini adalah pembangunan rute Bundaran HI-Kota. Targetnya, rute tersebut akan rampung pada tahun 2024. Pembangunan MRT fase II ini diawali dengan paket CP200, saat ini pengembangannya sudah 53,26%. CP200 adalah pembangunan gardu induk MRT fase II di Monas. Nantinya akan dibangun dinding diafragma untuk gardu tersebut.

Sebagai informasi, MRT rute Bundaran HI-Kota membentang sepanjang 5,8 kilometer. Rute ini dilengkapi 7 stasiun bawah tanah mulai dari Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok dan Kota.

Selain itu hanya butuh waktu 45 menit menuju Kota dari Lebak Bulus dengan headway cuma lima menit. Sebelumnya, William Syahbandar pernah menjelaskan yang unik dari proyek fase II adalah jalur bertingkat di bawah tanah.

“Ini karena menyempit di sekitar Harmoni jadinya jalur kita nggak kanan kiri tapi bertingkat di bawah tanah, masuk ke Sawah Besar sampai kota balik lagi sejajar kanan kiri,” papar William.

Dalam pembangunanya jalur MRT ini ratusan pohon di kawasan Monas, Jakarta Pusat ditebang sebagai bagian dari proyek revitalisasi pembangunan terowongan bawah tanah fase II MRT (Mass Rapid Transit) yang berada persis di bawah kompleks Monas.

Kepala Departemen Corporate Communication PT MRT Jakarta, Ahmad Pratomo. Menurutnya penebangan harus dilakukan agar akar pohon tak mengganggu pembangunan dinding terowongan MRT fase II tersebut.

“Saat ini sedang dilakukan pembangunan dinding gardu bawah tanah tepat di bawah Monas, itu dulu yang akan dikerjakan. Memang terowongan akan melewati bagian bawah Monas,” katanya.

Ahmad mengatakan PT MRT Jakarta akan bertanggung jawab mengganti pohon yang ditebang. PT MRT Jakarta akan menyediakan 800 bibit pohon tabebuya dan 120 cemara norfolk.

“Setahu kami ada 92 pohon di sini, nanti akan kami ganti dengan 920 bibit pohon atau sepuluh kali lipatnya,” ujarnya.

Bibit pohon baru itu nantinya akan ditanam di lapangan IRTI yang kini menjadi lahan parkir bagi pengunjung Monas. Sementara itu Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas mengatakan penanaman pohon di lapangan IRTI itu menjadi bagian dari rencana menghilangkan lahan parkir di Monas.

Hal itu dilakukan untuk mendorong masyarakat menggunakan transportasi publik saat berkunjung ke Monas. Sementara lahan selatan Monas akan dibangun Plaza Monas Selatan untuk berbagai kegiatan. (dtk/mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *