Pengerjaan Tol Borr Molor

by -8 views
MOLOR: Kondisi proyek pembangunan jalan tol BORR Seksi IIIA, kemarin. Proyek tersebut ditarget rampung pada Desember 2019, namun proyek itu mundur sampai Juni 2020.

METROPOLITAN – Proyek pembangunan Jalan Tol Bogor Ring Road (BORR) seksi IIIA ruas Simpang Yasmin-Simpang Salabenda yang dikerjakan PT. Perumahan Pembangunan (PP) yang ditargetkan rampung pada Desember 2019 lalu, dipastikan mundur sampai Juni 2020.

Direktur PT Marga Sarana Jabar (MSJ), Hendro Atmodjo, menyampaikan permintaan maafnya kepada masyarakat Kota Bogor atas keterlambatan pengerjaan proyek yang memiliki panjang 2,85 kilometer ini.

“Saya minta maaf karena terjadi kemunduran penyelesaian proyek sehingga masyarakat masih terganggu sampai 3 bulan kedepan,” kata Hendro dihadapan awak media, kemarin (22/1).

Ia mengungkapkan faktor keterlambatan pembangunan dikarenakan adanya 7 kavling lahan di Kelurahan Kayumanis yang belum dibebaskan.

Lalu soal sarana utiliti yang belum diselesaikan juga menjadi faktor lainnya yang menghambat pembangunan proyek strategis nasional ini.

Soal lahan yang belum dibebaskan tersebut, Hendro mengangkat tangan. Sebab menurutnya MSJ tidak memiliki kepentingan dalam pembebasan lahan, dikarenakan uang ganti rugi sudah dibayarkan.

“Soal pembebasan lahan di Kayumanis itu memang ada beberapa bilik orang madura yang sampai saat ini belum digusur, karena ada sengketa antara pemilik dan penyewa. Harusnya tanggal 17 kemarin sudah digusur tapi kami masih coba memediasi. Kami tidak berkepentingan karena sudah dibayar, kira-kira ada 7 kavling lagi. Jangan sampai karena masalah ini kita mundur lagi,” jelas Hendro.

Dilokasi yang sama, Manajer Proyek PT PP, Yusuf Luqman, menuturkan, progres pembangunan tol BORR seksi IIIA per hari ini sudah mencapai 80 persen.

Tetapi untuk memenuhi deadline yang sudah ditetapkan oleh MSJ, Yusuf mengatakan kalau pihaknya kini sudah menambah 6 alat berat untuk progres pengerjaan ramp on dan ramp off, di Kelurahan Kayumanis.

“Memang tadi sudah disampaikan kalau ini sudah terjadi dikarenakan pihak ketiga. Untuk mendukung pekerjaan kami menambah 6 alat agar bisa selesai pada bulan mei agar bisa digunakan saat lebaran,” ungkapnya.

Selain itu, bayang-bayang banjir yang menghantui para warga, sambung Yusuf sudah ditanggulangi oleh pihaknya.

Pembuangan air yang tadinya diarahkan ke sisi jalan layang, pada seksi IIIA ini, akan diarahkan ke tengah-tengah jalan layang dengan pipa saluran yang lebih besar.

“Nantinya air-air ini akan langsung kami arahkan ke Kali Angke,” imbuhnya.

Melihat kemunduran yang terjadi,  Direktur Teknik dan OperasiPT MSJ, Florysco Partogi Siahaan, mengaku, tidak akan memberikan sanksi kepada PT PP.

Hal tersebut dikarenakan sudah adanya perjanjian win win solution antara kedua belah pihak. Ia juga mengatakan kalau keterlambatan yang terjadi dikarenakan oleh pihak ketiga.

Hal tersebut merupakan bukan kesalahan pihak PT MSJ ataupun kontraktor yaitu PT PP.

“Untuk lahan sampai desember belum selesai di bebaskan, dan untuk utility juga ada yang belum dibereskan karena ada diatas lahan yang di kayumanis dan cibadak. Perpanjangan waktu itu solusi dalam pembangunan,” jelasnya.

Masalah pembebasan lahan juga terjadi didepan RS Suryani. Yang menarik dalam pembebasan lahan didepan RS  Suryani adalah saat ini pihak RS tengah menggugat pihak PUPR ke pengadilan.

Beberapa bidang tanah yang dijadikan lahan parkir oleh RS Suryani yang saat ini sedang disidangkan di meja hijau, menurut pria yang akrab disapa Ciko ini bukan menjadi tanggung jawab PT MSJ juga.

“Memang ada satu penggal frontpage yang menghindari dia, jadi kita tunggu saja, secara prinsip kita mendukung pu. Secara pembangunan tidak terganggu kita, karena didepan rs suryani itu tanah negara, batasnya cuma sampai pagar, jadi tidak ada larangan saya ngebor disitu,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, setelah rampung dengan pengerjaan seksi IIIA, PT. MSJ akan kembali melanjutkan pekerjaan Tol Borr Seksi IIIB yang akan dikerjakan pada akhir tahun depan.

Proyek yang akan memiliki panjang sekitar 10 kilometer tersebut, akan menyambungkan jalur dari Semplak menuju ke IPB Dramaga yang memiliki panjang 10 kilometer.

Lalu setelahnya, akan ada lagi pengerjaan Tol Borr Seksi IV yang akan dimulai dari IPB Dramaga menuju ke Caringin, yang akan menyambungkan Tol Borr dengan Tol Bocimi.

Proyek sepanjang 35 kilometer itu juga kemungkinan besar akan dikelola lagi oleh PT MSJ.

Terkait dengan harga tarif Tol Borr Seksi IIIB, kemungkinan akan ada di kisaran Rp4000 sampai Rp4500. Tetapi, pada perayaan Idul Fitri nanti, pengguna akan dibebaskan dari tarif selama batas waktu yang ditentukan. (dil/c/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *