Percantik Surken, PKL Malam Diboyong ke Pasar

by -4 views

METROPOLITAN – Pemerintah Kota (pemkot) Bogor terus menggenjot upaya penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Jalan Suryakencana.

Hingga kini, 33 titik sudah ditertibkan dan bakal direlokasi ke dalam pasar. Titik-titik itu berada di kawasan Jalan Suryakencana, Dewi Sartika, dan Jalan Roda.

Kawasan itu telah ditata sedemikian rupa hingga bebas dari PKL. Menurut pemkot, ketiga kawasan itu tergolong yang punya tantangan cukup besar dalam konteks penataannya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Samson Purba merencanakan akan merelokasi pedagang sayur dan buah yang biasa berdagang di malam hari di seputaran kawasan Suryakencana.

Samson berencana merelokasi pedagang tersebut masuk ke dalam Pasar Bogor.

“Senin (20/1) malam akan kita relokasi masuk ke dalam pasar,” ungkap Samson.

Menurutnya, PD Pasar Pakuan Jaya sudah mecukupi keterbutuhan lapak untuk pedagang yang akan direlokasi, yang berjumlah sekitar 230 pedagang buah dan sayur.

Lebih lanjut, Samson menambahkan nantinya para pedagang tersebut akan dibagi sesuai zonanya.

Sementara itu, untuk pembayaran, Samson menjelaskan bahwa PD Pasar memberikan kebijakan dalam hal pembayaran.

Sebab, persoalan pembayaran lapak dagang yang membelit para PKL, menjadi penghambat program relokasi.

“Untuk sementara ini, PD Pasar akan melihat kalau mereka laku akan dilakukan pembayaran, kalau masih tahap sosialisasi akan di gratiskan untuk sementara ini,” terang Samson.

Dirut PD Pasar Pakuan Jaya, Muzakkir juga telah menginstruksikan anggotanya untuk terus melakukan sosialisasi. Ia menegaskan, para PKL itu tak dihilangkan.

Mereka hanya dipindahkan ke tempat yang layak. Oleh karena itu, masyarakat juga perlu mengetahui keberadaan mereka.

“Kalau dulu jualan dari jam 7 malam sampai 7 pagi, mereka kini bisa jualan 24 jam. Tempatnya juga hak mereka. Jadi, tidak ada ketakutan kalau hari ini bisa jualan, besoknya tidak bisa jualan,” papar Muzakkir.

Muzakkir pun optimis para PKL juga tidak akan kesulitan lagi dalam mengeluarkan biaya. Mereka justru memiliki kios sendiri dengan biaya yang jauh lebih murah dan legal.

Penempatan pedagang di lantai ketiga pasar pun disesuaikan dengan jenis jualan.

“Jumlah mereka (PKL) kam ada 250-an. Sudah ada yang mendaftar ke kita itu sebanyak 241 orang. Semoga pemindahannya nanti berjalan lancar,” terangnya.

Terpisah, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, menegaskan, penataan PKL tersebut akan menjadi program yang berkelanjutan. Mereka melakukan penataan secara bertahap.

Pemkot Bogor ingin para PKL “naik kelas” dengan menjadi pedagang-pedagang yang memiliki kios.

“Jadi, selama ini mereka menempati lahan yang ilegal, di atas trotoar, di atas saluran air, hingga badan jalan. Sesuai dengan aturan dan sesuai dengan ekspektasi masyarakat, hal-hal yang seperti ini melanggar aturan, tentu harus kita tertibkan. Namun, pendekatan penertibannya dengan mengangkat marwah pedagangnya,” ungkap Dedie.

Ia melanjutkan, pemindahan PKL itu akan menempati beberapa slot alokasi pasar atau lods. Pihaknya akan berkoordinasi dengan PD Pasar agar bisa menampung para PKL di lahan-lahan yang masih kosong.

Tujuannya juga agar proses transaksi berjalan dengan lebih baik di dalam pasar. Tidak lagi terpencar di trotoar, jembatan penyeberangan, hingga jalan.

“Sampai saat ini semua berjalan sesuai dengan harapan. Didukung oleh semua pihak terkait, termasuk PKL masing-masing. Ke depan, kalau bisa, ada cadangan lahan di dalam pasar seperti blok F, tentu kita akan pripritaskan yang mana-mana saja bisa masuk blok F,” tandasnya.(dil/c/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *