Petisi Pecat Yasonna Menggema

by -

METROPOLITAN – Sebanyak 52 orang mengajukan petisi pecat Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly di laman change.org. Petisi diajukan buntut dari keberadaan tersangka kasus suap Harun Masiku.

Petisi sendiri berjudul ‘Presiden Jokowi, Berhentikan Yasonna Laoly karena Kebohongan Publik tentang Harun Masiku’. Adapun pihak yang mengajukan adalah akademisi dari Universitas Indonesia Ade Armando, sastrawan Goenawan Mohamad bersama puluhan orang dari warga biasa, aktivis, pengacara hingga guru.

“Kami sebagai kumpulan warga negara yang peduli pada perang melawan korupsi meminta Presiden Jokowi memberhentikan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly, karena kasus kebohongan publik bahwa tersangka korupsi Harun Masiku berada di luar negeri sejak 6 Januari 2019,” demikian paragraf pembuka petisi itu seperti diakses di laman change.org, Rabu (22/1).

Ade dkk menganggap Yasonna telah berbohong karena pada 16 Januari menyebut Harun Masiku tidak berada di Indonesia. Sementara hari ini, Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM mengungkapkan bahwa Harun Masiku telah berada di Jakarta sejak 7 Januari.

Dirjen Imigrasi Ronny Sompie beralasan keterlambatan pihaknya mengetahui kepulangan Harun akibat delay system dampak dari perbaikan sistem yang tengah dilakukan. Para pembuat petisi menolak alasan Imigrasi tersebut.

“Penjelasan Ditjen Imigrasi ini jelas terasa mengada-ada,” demikian tertulis di laman petisi.

Status Harun Masiku saat ini adalah buron Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Para pembuat petisi menyatakan Menkumham harus bertanggungjawab. Alasannya, Yasonna mendapat kepercayaan dari Presiden Jokowi untuk menjaga kewibawaan dan penegakan hukum.

“Presiden Jokowi harus bertindak tegas agar menjaga kepercayaan publik pada wibawa pemerintah dan penegakan hukum. Karena itu, melalui petisi ini, kami mendesak Presiden Jokowi memberhentikan Yasonna Laoly dari jabatannya sebagai Menkumham,” tulis para penggagas petisi.

Hingga berita ini ditulis, pukul 22:04 WIB, petisi tersebut sudah ditandatangani 304 warganet dan jumlahnya terus bertambah. Target tandatangan mencapai 500 orang.

Sementara itu, dari 52 orang yang mengajukan petisi meminta Presiden Jokowi memecat Yasonna, terdapat tokoh publik yang ikut menjadi penggagas. Diantaranya, ada Ray Rangkuti dari Lingkar Madani Indonesia, Dosen UIN Jakarta Saiful Mujani, akademisi Luthfi Assyaukanie hingga Saidiman Ahmad (SEJUK).(cnn/rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *