Pilih Tinggal di Rumah Kerabat, Pengungsi Korban Bencana Bogor Berkurang 9000 Jiwa

by -

METROPOLITAN.id – Warga terdampak bencana di Kabupaten Bogor tak sedikit yang memilih mengungsi di rumah kerabatnya, dibanding bertahan di tenda pengungsian yang disediakan pemerintah. Kondisi ini membuat jumlah pengungsi berkurang cukup drastis.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Yani Hasan mengatakan, total ada 28.444 pengungsi akibat bencana di Kabupaten Bogor. Namun, jumlah itu berkurang menjadi 19.246 pengungsi. Artinya, ada 9.198 pengungsi yang memilih tinggal di rumah kerabatnya.

Jumlah tersebut terdiri dari 1.212 pengungsi asal Kecamatan Cigudeg yang tersebar di beberapa tempat. Paling banyak berasal dari Desa Sukaraksa. Di Kecamatan Sukajaya ada 12.724 pengungsi dan di Kecamatan Nanggung sebanyak 5.310 pengungsi.

“Mereka tersebar di beberapa lokasi. Banyak juga yang keluar karena memilih tinggal di rumah saudaranya yang tidak terkena bencana,” kata Yani Hasan, Selasa (14/1).

19 Ribu Jiwa Masih Mengungsi, Bedol Desa Diprediksi Terjadi di Sukajaya Bogor

Merdeka.com – Tim Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bogor melansir, 19.246 jiwa masih mengungsi, akibat bencana longsor dan banjir bandang hingga Selasa (14/1).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Yani Hassan mengungkapkan jumlah itu berkurang sebanyak 1.618 jiwa dari awalnya 20.844 jiwa.

Yani merinci, dari 19.246 jiwa yang masih mengungsi tersebut, sebanyak 1.212 jiwa di wilayah Kecamatan Cigudeg, Kecamatan Nanggung 5.310 jiwa dan Kecamatan Sukajaya 12.724 jiwa.

“Pengungsi-pengungsi ini, tersebar di beberapa lokasi. Kebanyak yang keluar itu mereka memilih untuk kembali ke rumah saudara yang tidak terkena bencana,” kata Yani di Cibinong, Selasa (14/1).

Data sementara, ada 4.360 rumah warga yang terindentifikasi mengalami kerusakan akibat bencana serentak yang terjadi di Kabupaten Bogor pada Rabu (1/1). (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *