Polisi Sebut Proyek SDN Lumpang 02 Asal-asalan

by -40 views
AMBRUK: Bangunan gedung SDN Lumpang 02 ambruk secara tiba-tiba. Setelah melakukan olah TKP, polisi menyebut proyek tersebut diokerjakan asal-asalan dengan mengurangi kualitas bahan material.

METROPOLITAN – PARUNGPANJANG Ambruknya bangunan ruang kelas SDN Lumpang 02 Parungpanjang, yang tengah dikerjakan langsung diselidiki pihak kepolisian.

Polisi menilai proses pembangunan tersebut asal-asalan sehingga bangunannya ambruk. Kapolsek Parungpanjang Kompol Nundun Radiaman mengatakan, anggota Polsek Parungpanjang langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) sehari usai ambruknya bangunan sekolah, Minggu (26/1) sore.

Selain mengecek TKP, polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi. Ada temuan bahwa dalam proses pembangunan yang telah berjalan selama tiga bulan itu dikerjakan asal-asalan.

Kondisi ini terbukti ketika penggalian pondasi kurang dalam atau dangkal dan ukuran besi yg digunakan sangat kecil.

Salah seorang saksi juga telah melaporkan kejadian itu kepada Koordinator Pelayanan Pendidikan (Koryandik) Kecamatan Parungpanjang.

Nundun Radiaman menjelaskan beberapa poin hasil pengumpulan keterangan para saksi. Pertama, sesuai dengan surat kontrak, pekerjaan konstruksi tersebut merupakan program Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor untuk merehabilitasi bertingkat ruang kelas SDN Lumpang 02.

Sumber dananya dari APBD 2019 Kabupaten Bogor senilai Rp556.738.200. Ditunjuk sebagai pelaksana adalah Sandi Septiandi sebagai direktur CV Rizky Pratama Mandiri yang berdomisili di Kabupaten Sukabumi.

Proses pengerjaannya selama tiga bulan mulai 20 Agustus sampai 17 Desember 2019.

Kedua, SDN Lumpang 2 sama sekali tidak diberi tanggung jawab apapun oleh Disdik Kabupaten Bogor dalam proses pengerjaan.

Pembiayaan serta pengadaan bahan material langsung antara Disdik dengan pihak penyedia jasa. Ketiga, proses pengerjaan baru mulai pada 21 September 2019.

Proses pembangunan terlihat dikerjakan asal-asalan, dengan tidak mempertimbangkan faktor keamanan.

Terbukti dengan lamanya proses pengerjaan tidak sesuai dengan surat kontrak.

Keempat, ambruknya bangunan tidak menimbulkan korban jiwa. Karena pada saat kejadian, di lingkungan sekolah tidak ada aktivitas apapun.

“Barang bukti yang diamankan yaitu fotokopi surat kontrak pengadaan pekerjaan konstruksi antara Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor dengan CV Rizky Pratama Mandiri dan fotokopi surat pemberitahuan mulai kerja dari CV Rizky Pratama Mandiri,” ujar Nundun.

Dari hasil penyelidikan, kepolisian mengeluarkan sejumlah rekomendasi. Berdasarkan olah TKP dan pengumpulan keterangan para saksi, dugaan sementara yang menyebabkan ambruknya bangunan dikarenakan konstruksi bangunan tidak sesuai dengan perencanaan.

Selanjutnya, bahan material yang dipergunakan dalam proses pengerjaan tidak layak untuk dijadikan konstruksi bangunan.

Adanya unsur kesengajaan dari pihak penyedia jasa pekerjaan konstruksi, seperti pengurangan kualitas konstruksi bangunan sehingga konstruksi bangunan tidak bermutu.

“Selanjutnya dalam penanganan lebih lanjut perkara dimaksud akan berkoordinasi dengan Sat Reskrim Polres Bogor,” pungkasnya. (sir/b/els)

Loading...