Polres Bogor Gerebek Pabrik Ekstasi di Rumah Kontrakan, Bikinnya Dicampur Obat Sakit Kepala

by -

METROPOLITAN.id – Polres Bogor menggerebek sebuah rumah kontrakan di daerah Jakarta Pusat, belum lama ini. Rupanya, rumah tersebut dijadikan pabrik pembuatan narkoba jenis ekstasi.

Dari rumah tersebut, polisi berhasil mengamankan 1.320 pil ekstasi, 1,5Kg bubuk ekstasi, 655 butir obat sakit kepala dan 53 gram sabu-sabu.

Kasat Narkoba Polres Bogor AKP Andri Alamsyah mengatakan, ratusan butir obat sakit kepala digunakan sebagai bahan campuran pembuatan psikotropika jenis ekstasi kelas home industry atau industri rumahan.

“Hasil laboratorium dari jenis ekstasi ini mengandung kandungan metamphetamine dan N-Etilpintolone,” ungkap Andri saat rilis di Mako Polres Bogor, Selasa (21/1).

Menurutnya, pengungkapan pabrik ekstasi tersebut merupakan hasil pengembangan dari peredaran ekstasi di Kabupaten Bogor.

Tersangka merupakan residivis kasus narkoba tahun 2017. Jenis ekstasi ini dinamakan Green NN yang beredar pada wilayah Jabodetabek. Harga yang dijual per butir dari jenis ini beriksar antara Rp450.000 hingga Rp800.000.

“Pengungkapan kasus home industry ekstasi di daerah Jakarta Pusat ini berdasarkan hasil pengembangan penyelidikan kami terkait peredaran ekstasi di wilayah hukum Polres Bogor,” terangnya.

Selanjutnya, tersangka dijerat pasal 113 ayat (1), pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2) Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Ancamannya, hukuman pidana penjara minimal 25 tahun dan maksimal seumur hidup atau hukuman mati. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *