Punya 32 Motif, Sering Dikunjungi Peneliti

by -
UNIK: Jagung hasil tanaman Luki Lukman Hakim memiliki varian warna-warni.

METROPOLITAN – Seperti perumpamaan tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Kata-kata itu nampaknya menginspirasi Luki Lukman Hakim. Petani asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat tersebut berhasil menanam jagung warna-warni atau lebih dikenal jagung pelangi.

Bulir jagung pada umumnya berwarna kuning. Namun di tangan Luki, jagung bisa berubah warna seperti pelangi. Ada bulir jagung yang berwarna merah, ungu, hitam, putih dan lain sebagainya. Bahkan, kini ada sekitar 32 motif warna yang sudah dihasilkan dari metode perkawinan silang jagung unik tersebut.

Ide awal menanam jagung varian ini sendiri muncul dari hobi Luki yang senang mengoleksi plasma nutfah dari berbagai tanaman, salah satunya dari jagung. Pria berusia 45 tahun itu membeli benih jagung pelangi dari sebuah toko online. Saat itu, dia membeli empat kantong benih jagung berwana merah, ungu, hitam dan putih.

“Dari empat warna itu saya coba tanam dengan cara silang campur. Hasilnya, saat panen ternyata bisa menghasikan 12 variasi warna baru, ada yang kuning corak hitam, ada yang bercorak seperti batik, bahkan ada yang di satu tongkol semua warna ada,” katanya.

Beberapa kali musim tanam, jagung pelangi itu menunjukkan hasil cukup memuaskan. Warna butiran yang muncul bervariatif atau muncul warna baru di antaranya jingga, ungu dan merah muda.

“Kalau sekarang sudah banyak motif dan warnanya. Dalam satu tongkol pun tidak satu warna, tapi bisa ada beberapa warna,” ucap Luki.

Saat ini, jagung warna-warni yang ditanam Luki itu jadi buruan orang sejak pertengahan 2019. Ada yang berdatangan untuk membeli dijadikan konsumsi dan pembibitan, hingga datang untuk melakukan penelitian. Atas dasar itu, Luki berencana menata ladang jagung pelangi sebagai lokasi ekowisata.

Rencananya penataan itu bakal dilakukan mulai tahun ini. Dimulai dengan mengembalikan kualitas tanah, tujuannya agar jagung yang dihasilkan benar-benar organik.

“Sebelumnya kan masih ada penggunaan zat kimia, makanya sekarang untuk sebagian lahan dibiarkan tidak ditanam agar zat nya hilang. Setelahnya akan full menggunakan bahan organik,” imbuhnya.

Selain itu, Luki dan empat orang petani lainnya yang mengelola lahan jagung pelangi juga akan menyiapkan sejumlah fasilitas. Di sana akan ada gazebo, menara pantau, hingga fasilitas lainnya untuk para wisatawan.

“Yang diutamakan nanti menara pantau, supaya pengunjung bisa melihat hamparan lahan pertanian jagung pelangi dari ketinggian,” beber dia.

Dia menambahkan, penataan untuk kawasan wisata edukasi itu dilakukan lantaran terus meningkatnya kunjungan dari anak sekolah, mahasiswa, hingga masyarakat secara umum. Dia pun menargetkan wisata Jagung Pelangi bisa menjadi ekowisata unggulan di Cianjur yang tersingkronkan dengan wisata lain di sekitarnya.

“Kami ingin ekowisata jagung pelangi menjadi tujuan wisata andalan di Cianjur untuk wisata edukasi. Makanya kami akan genjot di tahun ini untuk penataan,” tutupnya.(dtk/rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *