PZU Kelola Zakat Sejahterakan Umat

by -
PEMAPARAN: Direktur Eksekutif PZU Persis Angga Nugraha memaparkan tentang pengelolaan zakat.

METROPOLITAN – Pusat Zakat Umat (PZU)  Persatuan Islam (Persis) berusaha  melakukan pengelolaan zakat yang bisa menyejahterakan umat.

Direktur Eksekutif PZU Persis Angga Nugraha mengatakan, salah satu penyaluran yang diberikan yakni dalam bentuk modal usaha.

Ini  supaya ke depan penerima zakat bisa menjadi pemberi setelah berdaya secara ekonomi.  Dalam merealisasikan hal ini, lanjutnya, PZU mempunyai program Umat Mandiri yakni penyaluran dana zakat untuk kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Program ini ada dua jenis sasaran penerima manfaat, yakni pembinaan UMKM dan Kampung Bangkit.

“Penerima zakat diberi modal untuk pengembangan usaha. Kemudian dibina supaya ekonominya bisa maju dan kedepan menjadi muzaki. Ahlamdulilah para pelaku UMKM binaan PZU ini banyak yang berhasil,” kata Angga di sela Muskernas PZU

Menurutnya, pemberdayaan ekonomi masyarakat juga dilakukan PZU melalui program Kampung Bangkit.

Yakni pemberdayaan kegiatan ekonomi yang dilakukan disuatu kampung secara berkelanjutan dan dilakukan dari hulu ke hilir.

Pemberdayaan ekonomi yang ini mencakup bidang pertanian, peternakan, perikanan, home industri dan lainnya.

Di antaranya seperti yang telah berjalan di Cikijing Kabupaten Majalengka. Yakni budidaya jamur tiram yang dikelola oleh beberapa kelompok tani penerima manfaat dari zakat yang disalurkan PZU.

“Programnya alhamdulillah berhasil dan sekarang mereka mempunyai produk jamur tiram. Jamur tiram hasilnya juga olah menjadi produk makanan olahan. Selain di Cikijing Majalengka, kami juga ada binaan di tempat lain seperti di Bogor yang produksi susu murni kemasan. Begitu juga di Kab Bandung kami ada beberapa pelaku UMKM dan kampung binaan,” ujarnya.

Selama ini, lanjut Angga, sedikitnya terdapat 300-an produk hasil dari penyaluran zakat baik melalui program bina UMKM maupun kampung bangkit.

“Atas keberhasilan tersebut kami berkomitmen tahun ini akan melanjutkan program umat mandiri,” ujarnya.

Angga melanjutkan dengan pengelolaan yang baik, zakat akan mampu menyejahterakan umat. Namun tantangan yang dihdapi adalah masih adanya anggapan dari penerima zakat kalau penyaluran zakat merupkan hadiah.

“Karena dianggap hadiah, akhirnya produk mereka tidak dikelola dengan baik, pada akhirnya malah bangkrut,” ujarnya.

Sehingga dibutuhkan pemahaman dan pendampingan yang serius dari lembaga zakat.Pada 2019 lalu PZU berhasil menyalurkan Rp54 miliar dana zakat yang dihimpun.

Sekitar 10-20 persen disalurkan dalam program umat mandiri, sisanya disalurkan dalam bidang lain seperti pendidikan sampai pemberi bantuan kepada tempat bencana di dalam negeri dan juga menyalurkan bantuan ke daerah konflik luar negeri diantaranya Palestina, Suriah, Rohingya, Uyghur dan lainnya.

“Alhamdulilah amanah zakat yang kami kelola dapat tersalurkan dengan baik. Tepat sasaran dan juga memberikan manfaat bagi para penerimanya. Begitu juga dari sisi akuntabilitas, lembaga kami ini telah diaudit oleh akuntan publik dengan hasil cukup baik,” ujarnya. (re/feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *