Ratusan Buruh Goodyear Demo Naik Upah

by -486 views

METROPOLITAN – Ratusan buruh pabrik PT Goodyear melakukan aksi turun kejalan di depan pabrik yang terletak di Jalan Pemuda, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Senin (13/1).

Aksi yang dilakukan buruh dimulai dengan aksi long march dari parkiran kendaraan menuju pintu I pabrik. Lalu dilanjutkan orasi didepan kantor manajemen Pabrik Goodyear.

Buruh yang tergabung didalam Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan Gas Bumi dan Umum (FSPKEP) menuntut beberapa aspirasi, diantaranya adalah menuntut dijalankannya anjuran Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Bogor, terkait penyesuaian upah dan segera diselesaikannya perundingan kerja bersama (PKB) XX periode 2019-2021.

Ketua FSPKEP, Iwan Ibnu Maulana, menerangkan, aksi damai yang dilakukan ini merupakan buntut dari perbedaan pandangan mengenai pelaksanaan mekanisme penyesuaian kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) terhadap skala upah yang ditetapkan Juli 2019.

“Kami berpendapat bahwa struktur skala upah itu seharusnya menjadi dasar untuk kenaikan IHK, tetapi perusahaan melaksanakannya IHK dulu baru ke struktur skala upah. Dampaknya adalah karyawan tidak mendapatkan IHK atau kenaikan pada struktur skala upah yang minimum,” terangnya.

Berdasarkan hasil perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS), sambung Iwan, kenaikan IHK pada Juli 2019 sebesar 2,05 persen. Sementara lompatan struktur skala upah sebesar 6,5 persen. Atas dasar itu, para buruh pun melakukan aduan ke Disnakertrans Kota Bogor dan dilakukan mediasi.

Hasil dari tiga kali mediasi yang dilakukan oleh serikat buruh dan perwakilan dari Pabrik Goodyear, menghasilkan anjuran yang meminta perusahaan mengikuti proses seperti yang disampaikan oleh pihak serikat buruh.

“Memang anjuran ini tidak mengikat, tapi kalau dilanjutkan ke tingkap Pengadilan Hubungan Industri (PHI) atau ke Mahkamah Agung (MA) ini akan berlarut-larut dan memakan waktu,” bebernya.

Soal PKB, Iwan menuturkan kalau prosesnya sudah berjalan selama tiga bulan. Dimana para buruh meminta agar PKB yang akan berlaku selama dua tahun ini bisa selesai, agar tercipta ketenangan bekerja.

Walaupun ada beberapa poin yang belum menemui titik temu, para buruh menuntut adanya solusi dari perusahaan.

“Secara umum masih ada keinginan serikat pekerja yang belum mendapatkan perhatian dari perusahaan. Kami harap semua itu bisa diakomodir,” kata Iwan.

Walaupun para buruh melakukan aksi, ternyata proses produksi di perusahaan yang memiliki luas kurang lebih 17 hektare ini masih berjalan.

Sebab, para buruh yang turun ke jalan merupakan, buruh yang bekerja pada shift 2 dan 3, dimana mereka akan melanjutkan pekerjaan pada sore dan malam hari.

Menanggapi hal ini, Head Marketing and Corporate Communication Goodyear Indonesia, Wicaksono Soebroto, mengungkapkan, jika perusahaan akan menindaklanjuti tuntutan para buruh pada hari Rabu (15/1) dengan menggelar pertemuan.

Ia juga mengapresiasi para buruh yang melakukan aksi dengan aman dan tertib. Tidak nampak adanya kerusakan ataupun tindakan anarkis yang dilakukan oleh para serikat buruh.

“Ini kan hanya perbedaan persepsi dari bagaimana membaca anjuran yang diberikan. Tapi pada intinya kami juga akan menjalankan anjuran tersebut. Hanya saja, kami kan juga harus melihat kondisi perusahaan, padahal kami selalu update kondisi keuangan,” jelasnya.

Iwan sendiri mengakui kalau posisi pabrik Goodyear selama dua tahun kebelakang memang sedang tidak baik. Masalah keuangan yang dialami oleh perusahaan juga harusnya menjadi perhatian bagi para buruh.

Sebab, segala kebijakan yang akan diambil perusahaan tidak hanya akan berdampak pada satu bulan saat kebijakan itu diambil saja, tetapi juga akan berdampak pada keberlangsungan perusahaan hingga 5 sampai 10 tahun kedepan.

“Kalau bicara soal PKB dari 60 tuntutan yang disampaikan, sekitar 32 tuntutan itu sudah kami akomodir,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Disnakertrans, Elia Buntang, membenarkan kalau pihaknya sudah memberikan surat anjuran pada Desember 2019 dan belum di follow-up oleh pihak perusahaan. Berdasarkan hasil pembicaraannya dengan Direktur Utama Goodyear.

“Kita lihat saja nanti perkembangannya seperti apa. Intinya kita tidak akan pernah mengganggu internal mereka,” pungkasnya.(dil/c/yok)

Loading...