RSUD Kota Bogor Manjakan Pasien Kelas III

by -

METROPOLITAN – Gedung Perawatan Blok 3 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor yang berlokasi di Jalan Semeru No. 120, Kecamatan Bogor Barat, yang dilaksanakan oleh kontraktor dari PT. Trikencana Sakti Utama dengan mengucurkan dana sebesar Rp 89 miliar dari APBD Kota Bogor dan Pemprov Jabar telah diresmikan, Kamis (30/1).

Peresmian blok 3 RSUD dilakukan dengan simbolis menekan tombol sirine dan pengguntingan pita oleh Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Achmad Ru’yat didampingi Walikota Bogor Bima Arya dan Wakilnya Dedie A. Rachim, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Iwan Suryawan dan Ibnu Ariewibowo Kusumo, Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto, Dirut RSUD Kota Bogor Ilham Chaidir dan Sekda Kota Bogor Ade Syarip Hidayat, Direktur PT TKSU Bambang Suparno dan Direktur Operasional Anwar Ali.

Rombongan selanjutnya memasuki bangunan gedung baru khusus kelas 3 yang memiliki fasilitas dan kondisi bangunan layaknya ruangan VIP.

Satu persatu ruangan dilihat dan diperiksa, sembari membawa salah satu pasien memasuki ruangan di blok 3 tersebut.

Sambutan ramah dan senyum memukau dari para perawat dan dokter menyambut kedatangan rombongan.

Walikota Bima Arya meminta dengan adanya gedung baru setinggi 4 lantai dan terdapat 264 kamar, peningkatan pelayanan terhadap warga harus benar benar bisa melayani dengan baik.

Semua warga atau pasien yang datang harus dilayani dengan maksimal bahkan harus ditanggapi secara darurat atau VVIP.

“Pasien yang datang harus dilayani maksimal, harus penuh penanganan dan dianggap darurat. Jangan ada lagi aspirasi warga yang mengatakan pelayanan di RSUD kurang baik atau tidak ramah terlebih kepada pasien yang menggunakan layanan kelas 3,” ucapnya.

Bima pun ingin pengelolaan di RSUD kedepan bisa profesional dan amanah. Keuangan yang akuntabel dan sama sama berikhtiar untuk pembangunan berikutnya.

“Ini belum selesai, masih ada tahapan tahapan berikutnya. Tadi ada masukan juga dari Pak Ruyat soal desainnya harus selaras, terpadu. Nanti kita tindaklanjuti. Pembangunan RSUD belum berhenti dan termasuk kebutuhan Alkes nya juga akan dipenuhi,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Achmad Ruyat memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bogor yang telah berhasil menyerap bantuan dari APBD Pemprov Jabar sebesar Rp 32 miliar.

Kedepan lanjut Ruyat sapaan akrabnya, jika pelayanan lebih baik akan dipertimbangkan dan terus bersinergi untuk terus ditingkatkan.

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat punya kewajiban agar pelayanan kesehatan di kota dan kabupaten bisa dilayani dengan sebaik baiknya. Jadi meskipun ini ada di Kota Bogor, masyarakat Kabupaten Bogor juga secara terintegrasi satu kesatuan se-Jawa Barat harus bisa dilayani disini,” imbuhnya.

Senada, Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto menambahkan pembangunan ini berasal dari uang negara, uang rakyat, jadi diharapkan RSUD bisa memaksimalkan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Tidak ada lagi masyarakat yang tidak terlayani dengan baik, tidak ada lagi oenolakan untuk pasien, tidak ada lagi pelayanan yang tidak sesuai standar,” tegasnya.

Terpisah, Dirut RSUD Kota Bogor, Ilham Chaidir, mengatakan, amanah pembangunan gedung adalah amanah untuk melayani rakyat Kota Bogor.

“Apa yang dititipkan oleh pak wali tentu akan dilaksanakan dan ditingkatkan. Kedepan memang RSUD ini akan dijadikan centeral emergency sebagai upaya memberikan pelayanan maksimal kepada seluruh masyarakat,” singkatnya.

Direktur PT TKSU Bambang Suparno mengatakan, dengan waktu yang sangat mepet, pembangunan akhirnya bisa terselesaikan.

“Memang banyak kendala dan hambatan, termasuk waktu yang sangat sedikit, tetapi secara profesional dan berkualitas, pembangunan di RSUD Kota Bogor ini selesai dan sekarang bisa dipergunakan,” pungkasnya. (dil/c/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *