Saatnya Penguatan Kaderisasi dan NKRI

by -
PELATIHAN: PAC GP Ansor Bogor Barat foto bersama usai menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar di Pon-dok Pesantren Uswatun Hasanah, Kampung Cilengkong, Desa Pamijahan, Kecamatan Pamijahan, kemarin.

METROPOLITAN – Pengurus Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor di Wilayah Barat Kabupaten Bogor menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) di Pondok Pesantren Uswatun Hasanah, Kampung Cilengkong Desa Pamijahan Kecamatan Pamijahan, 28-30 Desember lalu. PKD kali ini bertema ‘Membumikan Ideologi dan Tradisi Aswaja An-Nahdhiyah Menuju Bogor Berkeadaban’, diikuti 70 peserta dari berbagai pengurus anak cabang, di 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor.

PKD ini diikuti oleh 70 peserta , yang berasal dari berbagai pengurus anak cabang di 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor. Kegiatan dibuka Ketua PG GP Ansor Kabupaten Bogor Dhamiri Ahmad Ghazali, yang mengatakan bahwa PKD punya tujuan menelurkan kader penggerak GP Ansor tingkat anak cabang dan ranting, yang memiliki kapasitas dan kemampuan handal. Selain itu, untuk kader yang siap mengawal, serta menjadi dinamo organisasi GP Ansor di tingkat PAC dan pimpinan ranting.

Kegiatan PKD diisi juga oleh Pemateri H. Saepudin Muhtar, yang menuturkan bahwa jangan sampai GP Ansor menghasilkan generasi yang lemah. Sebagaimana difirmankan dalam Surat An-Nisa ayat 9, generasi muda yang tergabung dalam GP Ansor harus mencintai NKRI semaksimal mungkin, jangan sampai hanya setengah hati.

“Kita harus melihat fenomena Arab Spring, dimana negara-negara Timur Tengah hancur akibat kurangnya nasionalisme, kurangnya cinta tanah air terhadap negerinya sendiri,” ujar Gus Udin, sapaan karibnya.

Ia mencontohkan, Afghanistan yang hancur karena warganya tidak mencintai negaranya, sehingga dalam tubuh NU, konsep Hubbil Wathon Minal Iman harus mendarahdaging. Tidak bisa dipisahkan antara NKRI dengan NU. “NU sudah pasti NKRI,” jelasnya.

Gus Udin menambahkan, selain kaderisasi, distribusi kader pun harus menjadi perhatian bagi pengurus PC GP Ansor di Kabupaten Bogor. Kader harus masuk kedalam semua lini, karena potensi SDM kader di masing-masing kecamatan pasti berbeda. Buatnya, inti dari kaderisasi bukan hanya mengkader-mengkader dan mengkader, namun juga harus ada follow up.

“Pengurus punya kewajiban mendistribusikan kader terbaiknya ke lembaga-lembaga juga instansi-instansi pemerintahan. Kita harus besar secara kualitas tidak hanya kuantitas,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana PKD Rahmatullah menyampaikan, GP Ansor kedepannya harus memiliki taring yang dalam arti harus bisa ikut mewarnai pergerakan pemuda di Kabupaten Bogor, juga disegani oleh organisasi kepemudaan lain. Ia berharap, pemuda di Bogor terutama GP Ansor menjadi garda terdepan dalam menjaga para kiai NU dan membumikan ideologi serta tradisi Aswaja An-Nahdliyah Berkeadaban, karena di Bogor banyak pemuda yang sudah lupa dengan tradisi Nahdhatul Ulama dan krisis adab dalam berkehidupan masyarakat.

“Dan pemuda menjadi pemuda yang siap menjadi pemimpin besar di masa depannya, dengan mempertahankan tradisi dan menerima yang baru, apalagi hal itu kebaikan dan bermanfaat untuk masyarakat, agama, nusa dan bangsa,” tutup pria yang akrab disapa Along itu. (ryn/c/feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *