Santri Hanyut di Bogor Belum Ditemukan, Ini Kata Pihak Ponpes

by -

METROPOLITAN.id – Seorang santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falakiyah, Pagentongan, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor,
yang hanyut terbawa arus sungai pada Minggu (19/1) sore, belum juga ditemukan hingga Senin (20/1) pagi pukul 10.00 WIB.

Informasi yang dihimpun, santri yang hanyut diketahui adalah Ridho Fachri Habibie.

Pengurus Ponpes Al Falakiyah, Yudin Taqyudin menjelaskan, sebelum hanyut, korban meminta izin untuk ke pangkas rambut sekitar pukul 14.00 WIB.

Korban lantas keluar ponpes bersama seorang santri lainnya ke kawasan Empang.

Usai dari pangkas dan toko di Empang, kedunya ternyata tak langsung kembali ke pesantre. Mereka memilih jajan terlebih dulu kemudian mengarah ke sungai.

“Jadi selesai itu mereka tidak langsung pulang, tapi mampir dulu jajan. Pulangnya sengaja lewat sungai,” kata Yudin.

Rupanya, di sungai yang membelah Pagentongan dan Villa Ciomas Indah itu sudah ada lima santri dewasa yang mandi sekitar pukul 17.00 WIB. Kegiatan mandi di sungai tersebut tentunya tidak diperkenankan oleh pihak pesantren.

Korban pun ikut mandi di sungai tersebut. Namun sekitar pukul 17.30 WIB, hujan deras mengguyur. Tak lama kemudian, korban justru terseret arus karena aliran sungai yang cukup deras.

Melihat kondisi tersebut, santri dewasa dan teman korban langsung menyusuri aliran sungai hingga lebih dari 2 kilometer.

Mengetahui pencariannya sia-sia, santri yang ikut mencari melaporkan kejadian tersebut ke salah satu warga yang juga wali santri sekitar pukul 18.30 WIB. Informasi tersebit diteruskan ke Babinsa, kepolisian, pihak kelurahan dan BPBD.

“Kami guru-guru Al Falakiyah juga melakukan penyusuran hingga ke Batuhulung, Cifor,” terangnya.

Pencarian sempat dihentikan karena kondisi malam yang sudah tak memungkinkan. Pencarian kembali dilanjutkan hari ini, Senin (20/1) oleh tim gabungan. (ogi/b/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *